Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Bengkulu memastikan pasokan beras di Provinsi Bengkulu, aman hingga Mei 2020.
Pasokan beras yang ada di gudang depot logistik mencukupi untuk warga disepuluh kabupaten/Kota, Bengkulu.
Kepala Perum Bulog Divre Bengkulu, Defrizal mengatakan, selama kemarau dan musim hujan pasokan beras saat ini yang ada digudang
mencapai 7.000 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Provinsi Bengkulu.
"Ketersediaan beras dijamin hingga delapan bulan ke depan atau hingga Mei 2020 sehingga masyarakat tidak perlu kuatir," katanya.
Saat ini, lanjut dia, harga beras untuk jenis premium dan medium masih stabil atau tidak ada kenaikan. Untuk harga beras premium Rp10 ribu per kg dan beras medium Rp8.600 hingga Rp9 ribu per kg.
Harga beras hingga saat ini masih stabil karena hampir sepanjang tahun daerah penghasil beras seperti Kabupaten Bengkulu Selatan,
Bengkulu.
Jika ada lonjakan permintaan, kata dia, Bulog akan langsung mendistribusikan cadangan beras ke pasar untuk mengembalikan harga agar
stabil.
"Untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan Bahan Pokok (Bapok) seperti beras, gula, tepung terigu, serta minyak goreng di musim kemarau saat ini dilakukan operasi pasar digelar disejumlah pasar," imbuhnya.
Operasi dilakukan dibeberapa pasar diantaranya, pasar Panorama, Minggu, Pagar Dewa, dan Baru Koto, setiap Sabtu dan Minggu, dengan harga dibawah pasar.
Operasi pasar tersebut, dalam per hari, Bulog menjual sekitar 10 ton beras. Selain disalurkan ke pasar, beras tersebut juga disalurkan dalam
kegiatan Rumah Pangan Kita (RPK) milik Bulog.
Ia menambahkan, kegiatan operasi pasar Bulog Bengkulu juga menyasar ke daerah pemukiman padat dengan bekerjasama pemerintah kabupaten/kota. (OL-11)
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
DI tengah klaim Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada beras, harga beras premium di sejumlah pasar tradisional di Priangan Timur justru merangkak naik.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia hampir dipastikan dapat melakukan ekspor beras tahun ini.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa surplus beras nasional melonjak signifikan hingga 243,2% dalam kurun empat tahun terakhir.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Aulia Furqon, menyampaikan apresiasi atas capaian swasembada beras 2025.
KEBERHASILAN swasembada pangan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, merupakan kerja seluruh petani Lamongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved