Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
GENERASI muda dituntut untuk lebih mampu menghargai setiap perbedaan individu demi terwujudnya kehidupan yang aman dan damai. Tidak hanya di dalam negeri, jalinan persaudaraan pun harus terbangun dengan baik dengan masyarakat dunia.
Hal ini merupakan isu uta-ma dari pelaksanaan Global Village Winter (GVW) 2020 yang diselenggarakan AISEC Indonesia bekerja sama dengan AISEC Universitas Padjadjaran (Unpad), di Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Unpad Dipati Ukur, Bandung, kemarin.
Acara itu dihadiri perwakilan pemuda dari 20 negara yang seluruhnya aktivis AISEC. Ketua Pelaksana GVW 2020, Nadine Antariksa, menjelaskan, melalui acara ini pihaknya ingin merajut persaudaraan dengan sesama pemuda dari berbagai negara.
Terlebih, bukan tidak mungkin para aktivis AISEC yang berbasis kepemimpinan, di masa depan akan menjadi pemimpin di negara masing-masing. Dengan terbangunnya fondasi persaudaraan, diharapkan kehidupan dunia akan kian aman dan damai.
Secara khusus, dia menyo-roti toleransi di dalam negeri saat ini yang menurutnya cenderung menurun. Padahal, Indonesia terbentuk dari berbagai perbedaan, baik suku, agama, maupun budaya.
“Toleransi semakin menurun. Padahal, Indonesia negara yang punya banyak kebudayaan. Di sini kita ingin menghadirkan kebersamaan,” katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, melalui acara ini para peserta mengenalkan kebudayaan negara mereka masing-masing, seperti tarian, pakaian, dan makanan. Cara ini diyakini mampu menumbuhkan rasa persaudaraan di tengah arus globalisasi saat ini, terlebih di era digital yang nyaris tidak ada batas antara negara satu dan yang lain.
“Dunia semakin maju, batasan semakin tipis. Indonesia banyak perbedaan budaya, di luar sana juga banyak budaya yang kita belum mengerti,” katanya. Jika perbedaan ini tidak diperkenalkan, dia khawatir akan menjadi penyebab kon-flik di kemudian hari.
“Konflik bisa terjadi karena belum mengerti budaya satu sama lain,” katanya. Secara khusus, dia juga meminta generasi muda Tanah Air agar lebih mencintai budaya lokal, terutama di tengah-tengah gempuran budaya
Selain saling memperkenalkan budaya, para anggota AISEC juga akan menyosialisasikan isu-isu penting yang berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s). Salah satunya menyangkut lingkungan yang saat ini kondisinya kian mengkhawatirkan. Setiap anggota AISEC akan berkampanye ke sekolah di Bandung tentang pentingnya menjaga kebersihan. (BY/N-3)
SNBP merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik menggunakan nilai rapor, serta prestasi akademik dan nonakademik.
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Musda ke-VIII Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten resmi ditutup dan menandai babak baru kepemimpinan organisasi kepemudaan di Tanah Jawara.
Generasi muda perlu ruang untuk kembali merumuskan harapan dan arah masa depan.
Generasi muda, termasuk yang tergabung dalam Karang Taruna, didorong untuk terus terlibat dalam memperkuat sektor ekraf.
Beberapa pemuda terlihat mengacungkan balok dan menghantamkan benda tersebut ke arah mobil yang melintas
PUTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XX/Tahun 2025 yang memisahkan pemilu nasional dan pemilu lokal dinilai berpotensi mengubah peta demokrasi Indonesia secara drastis.
Guru Besar UNJ, Abdul Haris Fatgehipon, menegaskan perlunya rekonstruksi gerakan kebangsaan dengan menempatkan pemuda sebagai aktor utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved