Selasa 17 Desember 2019, 10:27 WIB

Pemakaman Massal Korban Tsunami Aceh Terbengkalai

Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara
Pemakaman Massal Korban Tsunami Aceh Terbengkalai

Antara
Warga melakukan doa untuk korban gempa dan tsunami di pemakaman massal Ulee Lheu, Banda Aceh

 

LOKASI kuburan massal korban tsunami Aceh 26 Desember 2004, di kawasan Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, terbengkalai. Pulau cantik nan eksotis yang dihuni ratusan kuburan korban bencana maha dahsyat 15 tahun lalu itu, hingga  sekarang dibiarkan ditumbuhi hutan semak dan pohon kelapa dalam yang sudah tua.

Hingga saat ini belum pernah dilakukan pemugaran layaknya sebuah pusara. Di tepi pantai dekat kuburan itu hanya terpasang sebuah papan nama bertuliskan "Kuburan Massal Korban Tsunami Aceh 26 Desember 2004 di Pulau Baguk".

Hanya turis asing atau wisatawan dalam negeri yang sering menikmati keindahan Pulau Baguk yang memiliki pantai pasir putih bak permadani. Pulau Baguk berjarak sekitar 500 meter dari Pulau Balai Ibukota, Kecamatan Pulau Banyak. Butuh waktu 10 menit menggunakan perahu kecil. Letaknya berhadapan di seberang pelabuhan Fery Pulau Balai yang melayari Pulau Banyak-Daratan Singkil, Ibukota Kabupaten Aceh Singkil.

Pegiat wisata di Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Novri, kepada Media Indonesia, Senin (16/12/2019) mengatakan, sedikitnya ada 100 jenazah korban tsunami yang dimakamkan di sana. Sebagian besar adalah korban terhempas gelombang raksasa itu dari Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat yang berjarak sekitar 6 jam perjalanan laut. Warga Pulau Banyak menemukan sebagian jenazah di tengah perairan laut setempat. Sebagian lagi terdampar di tepi  pantai.

"Ditemukan sekitar 21 hari setelah tragedi tsunami. Ada tiga jenazah kuburannya terpisah, karena saat ditemukan memiliki kartu identitas. Sekarang tiga kuburan itu sudah diambil atau dipindahkan keluarga ke kampung mereka," tutur Novri.

Dikatakan Novri, pihaknya dan masyarakat Pulau Banyak telah berulang kali meminta kepada pemerintah supaya kuburan massal tsunami itu dibangun atau dipugar sebagaimana layaknya pusara umumnya. Tapi  hingga 15 tahun bencana tsunami berlalu, makam-makam tersebut masih diselimuti hutan semak.

baca juga: Pantauan Harga Bahan Pokok Jelang Akhir Tahun Stabil

"Mereka hanyut dari Meulaboh atau pesisir daratan Aceh lainnya. Tidak diketahui apakah masih hidup sanak famili mereka di sana. Kasihan mereka. Kami sebagai masyarakat hanya mampu membersihkan hutan semak dan melakukan doa bersama setahun sekali. Setiap peringatan tsunami Aceh 26 Desember. Walau di atas makam ditumbuhi hutan, Semoga alam kubur mereka  menjadi taman surga," harap Novri. (OL-3)

Baca Juga

Antara

Pelaku Usaha Wisata di Bandung Barat Sekarat

👤Depi Gunawan 🕔Jumat 07 Mei 2021, 20:39 WIB
PEMILIK usaha pariwisata dimohon agar kegiatan kunjungan wisata ditutup sementara mulai tanggal 7-14 Mei 2021. Permohonan Pemkab Bandung...
MI/Arnoldus Dhae

Pemilu 2024, NasDem Targetkan Raih Empat Kursi DPR dari NTT

👤Palce Amalo 🕔Jumat 07 Mei 2021, 19:11 WIB
PARTAI NasDem membidik empat kursi DPR RI dari daerah pemilihan 1 dan 2 Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pemilu...
MI/Apul Iskandar

Empat Pos Penyekatan di Batas Kabupaten Dairi Antisipasi Pemudik

👤Apul Iskandar 🕔Jumat 07 Mei 2021, 18:45 WIB
Pos Simpang Taman Wisata Iman Kabupaten Dairi untuk mengantisipasi mobilitas kenderaan pribadi dan umum dari Kabupaten Karo, Medan, dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya