Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI musim penghujan, warga di berbagai daerah diminta mewaspadai bencana yang bisa terjadi. Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pemerintah daerah setempat mewanti-wanti soal bencana alam yang biasa terjadi sepanjang musim hujan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu Edi Kusdiana menjelaskan Kabupaten Indramayu tidak luput dari kebencanaan selama musim penghujan.
“Bencana yang rawan terjadi di musim penghujan di Indramayu seperti angin puting beliung, banjir, dan longsor pada tanggul sungai,” ungkap Edi, kemarin.
Sebelumnya, angin puting beliung telah melanda tiga kecamatan di Kabupaten Indramayu, yaitu Kecamatan Bangodua, Widasari, dan Cikedung. “Dampaknya memang tidak terlalu parah, hanya menerbangkan genting rumah warga. Namun, tetap harus diwaspadai,” kata Edi.
Terkait bencana banjir, menurut Edi, saat ini belum terjadi. Meski begitu, potensi tanggul sungai longsor bisa terjadi sewaktu-waktu. Adapun tanggul yang berpotensi longsor terdapat di sepanjang aliran Sungai Cima-nuk, terutama di titik yang telah dipetakan kritis.
Terpisah, BPBD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir bandang dan puting beliung. Pasalnya, beberapa kali hujan deras kadang kala disertai angin kencang.
Di sisi lain, Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Mochammad Irfan Sofyan mengatakan, bersamaan dengan mulai tingginya intensitas curah hujan, potensi bencana yang kerap terjadi tidak hanya banjir dan tanah longsor, tetapi juga puting beliung dan banjir bandang.
“Kami imbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi puting beliung dan banjir bandang. Dalam kurun beberapa pekan terakhir, hujan deras selalu disertai angin kencang, termasuk juga banjir bandang akibat luapan aliran sungai,” kata Irfan, kemarin.
Kirim surat
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan surat kepada kepala daerah di 34 provinsi mengenai antisipa-si bencana hidrometeorolgi yang rawan terjadi saat mu-sim hujan.
Sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami musim hujan lebih dahulu.
“Sejak Oktober kami sudah kirim surat ke seluruh kepala daerah dan BPBD di seluruh Indonesia untuk imbauan bencana hidrometeorlogi yang berpotensi terjadi saat musim hujan dan pancaroba seperti angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo ketika dihubungi di Jakarta, kemarin.
Dia menyebutkan zona provinsi yang masuk musim penghujan terlebih dahulu antara lain Provinsi Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, dan Kalimantan Timur.
Mereka, kata Agus, perlu melakukan antisipasi termasuk memantau wilayah yang rentan mengalami banjir ataupun tanah longsor. Banjir bandang, kata Agus, telah terjadi di beberapa wilayah, antara lain di Sigi, Sulawesi Tengah, dan Solok, Sumatra Barat.
BNPB, terangnya, menganggarkan Rp3 miliar untuk antisipasi bencana saat akhir tahun. “Dana itu untuk antisipasi banjir terutama zona-zona yang sudah masuk musim hujan lebih dahulu berupa dana siap pakai,” ucapnya.
Sejauh ini, BNPB telah memberikan bantuan dana untuk daerah di Solok Selatan saat banjir pada 20 November. (BB/Ind/MR/LD/RF/YK/AS/YP/N-3)
Tembok SMPN 182 Jakarta sepanjang 65 meter roboh diduga akibat tanah urukan labil. BPBD DKI memastikan tak ada korbanĀ amun drainase sekolah tersumbat total.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam (BPBD) menyatakan dua jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, hanyut terbawa banjir.
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved