Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Geologi Kementrian ESDM mencatat progres tanah kawasan Cekungan Bandung, Jawa Barat (Jabar) mengalami penururan mencapai 20 persen dengan paling banyak terjadi di daerah pesawahan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi, Andiani disela diskusi Terrace Talk Coffe Morning, Menguak Lebih Jauh Fenomena Landsubsidence Bandung di Museum Geologi Badan Geologi Kota Bandung, Jumat (13/12)
''Hasil kajian kami kedalaman 20 meter itu sudah terkonsolidasi berlebihan, jadi proses penurunannya 20 persen secara alami,'' ujar Andiani, Jumat (13/12).
Andiani menilai, laju pembangunan infrastruktur dengan beban besar di area pesawahan kawasan cekungan Bandung seperi Stadion GBLA Gedebage, pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Tegalluar, harus menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Daerah.
Pasalnya, menurut Andiani, dampak pembangunan di kawasan cekungan Bandung yang mengalami penurunan memiliki potensi bahaya.
"Problemnya adalah mengalami penurunan, merusak bangunan, nah kedepannya akan terjadi genangan - genangan air atau banjir nah itu yang kemudian perlu dipikirkan oleh Pemerintah Daerah apakah tetap akan melanjutkan, kami tidak akan pernah melarang karena rekayasa bisa dilakukan,'' katanya.
Namun, lanjut Andiani, rekayasa pembangunan di kawasan cekungan yang mengalami penurunan memerlukan biaya besar.
''Tapi rekayasa ini memerlukan post yang luar biasa dan ini perlu dipertimbangkan apalagi kalau misalnya cost itu menjadi beban masyarakat, nah ini semua menjadi kebijakan daerah, kami menyampaikan informasinya, kami memberikan rekomendasinya, kami memberikan konsultasinya, silahkan nanti pemerintah daerah akan dibawa kemana,'' tambahnya. (OL-11)
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Fenomena astronomi langka akan menyapa langit Bumi pada akhir Februari 2026 lewat peristiwa yang dikenal sebagai parade enam planet.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Sayangnya, Gerhana Matahari Cincin sempurna kali ini tidak melewati wilayah Indonesia dan hanya melintasi wilayah terpencil di Antartika.
Geminid dikenal menghasilkan meteor yang bergerak lebih lambat dan terkadang berwarna-warni. Fenomena ini dapat dinikmati dengan baik oleh pengamat di wilayah Asia Tenggara
Fenomena-fenomena ini dapat disaksikan di berbagai belahan dunia, termasuk sebagian wilayah Asia dan Indonesia untuk beberapa peristiwa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved