Jumat 13 Desember 2019, 18:06 WIB

Kawanan Beruk Serang Kebun Durian di Pidie

Amir MR | Nusantara
Kawanan Beruk Serang Kebun Durian di Pidie

Antara
Beruk

 

PULUHAN hektare  kebun durian sedang berbuah di kawasan Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Jumat (13/12) di rusak kawanan beruk

Petani durian dataran tinggi di Kabupaten Pidie itu dalam sepekan terakhir semakin resah menghadapi serangan tersebut. Hewan yang dalam bahasa latin disebut Mamaca Nemestrina dan mirip postur tubuh manusia itu paling banyak menyerang ketika pagi hari atau menjelang malam.

Lokasi paling parah serangan diataranya adalah di Desa Pulo Sejahtera, Pulo Seunong, Pulo Kawa, Nebok Badeuek, Krueng Meriam, Jambo Mie, Peunalom Sa dan Desa Peunalom Dua.

"Beruk itu menjatuhkan buah-buah durian yang masih muda. Saat di halau petani, binatang berjari itu loncat ke pohon lain dan pura-pura kabur. Tidak lama kemudian, balik lagi ke pohon durian" ujar Mulyadi, tokoh Masyarakat Kecamatan Tangse, Jumat (13/12).

Untuk mencegah serangan tidak lebih parah, petani harus menjaga secara bekeliling ke berbagai penjuru kebun. Ada juga yang memasang orang-orangan guna menakut nakuti beruk.

Ironisnya, sebagian pemilik kebun yang merasa jengkel oleh serangan itu, mereka tega menembakkan hewan primata seberat 15 kg tersebut dengan senapan angin hingga tewas. Setelah tewas bangkainya dibuang begitu saja dalam hutan atau ke aliran sungai.

"Bahkan setelah satu dua mati tertembak senapan angin, serangan tidak juga berkurang. Malah kawanan  lainya semakin ramai bedatangan lagi" tutur Mulyadi.

Pemerhati masalah lingkungan hidup di Kabupaten Pidie, Thantawi, mengatakan, parahnya serangan beruk terhadap kebun durian di Tengse diduga karena rusaknya habitat binatang liar. Hal itu ada kungkinan akibat penebangan hutan cukup parah atau karena aksi penebangan emas ilegal.

"Ada kemungkinan hutan rimba sebagai alam bebas bermain dan sumber makanan beruk itu terganggu. Karena terusik atau kehilangan sumber kehidupan di habitat asli, sehingga harus mencari sumber laun untuk kelangsungan hidup" tegas Thsntawi. (OL-11)

 

Baca Juga

DOK Humas Pemkot Malang

Penghafal Al-Qur'an di Kota Malang Terima Insentif Rp1 Juta

👤Bagus Suryo 🕔Selasa 26 Januari 2021, 18:11 WIB
Program ini akan terus dilanjutkan dan diintensifkan lagi sehingga para hafiz yang terpantau bisa lebih banyak lagi merambah rukun warga...
MI/Supardji Rasban

Gudang SRG Bawang Merah Teknologi CAS, Upaya Stabilitasi Harga

👤Supardji Rasban 🕔Selasa 26 Januari 2021, 17:30 WIB
PENERAPAN Sistem Resi Gudang (SRG) bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah mengadopsi teknologi Controle Athmosphere Storadge...
MI/Tri Subarkah

Selama Pandemi, Permintaan Peti Mati Naik 15 Kali Lipat

👤Lilik Darmawan 🕔Selasa 26 Januari 2021, 16:15 WIB
PERMINTAAN peti jenazah di Banyumas, Jawa Tengah dan sekitarnya mengalami peningkatan signifikan.  Sebelumnya rata-rata 20 unit setiap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya