Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan berjanji akan melakukan tindak tegas terhadap kapal trawl yang beraktivitas di seluruh perairan Babel, khususnya di laut Lepar Pongok Kabupaten Bangka Selatan (Basel).
Hal tersebut diutarakan Erzaldi saat melakukan kunjungan kerja di Desa Tanjung Sangkar Bangka Selatan, Rabu (11/12/2019).
"Nanti ada 30 nelayan yang akan kita libatkan bersama tim terdiri dari TNI AL, Polair, Satpol PP, DKP dan kepolisian untuk melakukan penertiban kapal trawl yang meresahkan nelayan selama ini," kata Erzaldi dihadapan ratusan nelayan Tanjung Sangkar dan Kumbung.
Tugas 30 nelayan ini adalah memberikan informasi kepada petugas adanya kapal-kapal trawl dari tiga desa, yakni Desa Sadai, Pulau Tinggi dan Pulau Panjang.
"Saya mau informasinya akurat, nanti tim akan bergerak melakukan penindakan. Memang kita tidak bisa sita kapalnya karena di bawah 10 groston, tetapi kita bisa sita alat tangkapnya," ujarnya.
Namun sebelum dilakukan tindakan, Ia meminta DKP, TNI AL, Polair dan Kepolisian melakukan sosialiasi kepada nelayan trawl di tiga desa tersebut.
"Kita sosialisasi ke nelayan trawl tiga desa itu, agar mereka tidak beraktivitas di titik-titik yang dilarang," ungkap dia.
Ia menambahkan, Pemprov Babel akan menempatkan dua kapal patroli di Desa Tanjung Sangkar berserta petugas.
"Kami akan dirikan pos, nanti ada 2 kapal berserta petugasny. Seminggu sekali petugas ini secara bergantian melakukan penjagaan," terangnya.
Tokoh agama Tanjung Sangkar, Samsul Bahari menjelaskan bahwa sudah puluhan tahun nelayan kepiting mengeluh karena jaring mereka selalu hilang disapu kapal jaring trawl.
baca juga: BPPT Pasang Alat Deteksi Dini di Selatan Jawa dan Bali
"Satu jaring itu Rp6 juta, setiap hari selalu ada yang hilang karena trawl. Harapan kita dengan adanya ketegasan gubernur akan mampu mengatasi masalah tersebut," kata Samsul.
Danlanal Babel, Letkol Dudik Kuswono akan mengerahkan personel dan armada untuk mengatasi masalah trawl ini, begitu pula Wadir Polair Babel, I Nasution juga menyatakan kesiapannya. (OL-3)
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved