Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Jawa Barat menyatakan kondisi air tiga bendungan di Sungai Citarum hampir di bawah daya tampung atau operasi bendungan. Kondisi tersebut diprediksi bakal mengurangi dampak banjir kiriman hulu Sungai Citarum di musim penghujan.
Sekretaris BPBD Karawang, Supriatna menjelaskan kondisi untuk Bendungan Saguling memiliki batas operasi 625 mdpl. Kondisi terakhir yang diterima Supriatna yakni 626,04 mdpl. Kemudian untuk Bendungan Cirata, kondisinya 206,11 mdpl dengan batas operasi 206 mdpl. Sementara itu untuk kondisi Bendungan Jatiluhur, Supriatna menjelaskan kondisinya mencapai 87,50 mdpl dengan batas operasi 87,36 mdpl.
"Kalau prediksi kita, banjir kiriman dari Sungai Citarum kemungkinan relatif berkurang. Hanya saja, prediksi banjir kiriman melalui Sungai Cibeet masih belum tahu. Sebab sungai tersebut tidak ada bendungan-bendungan yang mengontrol," kata Supriatna kepada Media Indonesia, Kamis (5/12/2019).
Ia memprediksi banjir di Karawang justru akan terjadi karena hujan deras yang mengguyur Karawang. Bukan merupakan banjir kiriman Seperti halnya hujan deras dari wilayah hulu sungai seperti Bandung.
Dari prakiraan BMKG yang diterima BPBD Karawang, puncak hujan akan mengguyur Karawang pada dasarian 3 Desember dari tanggal 20 Desember hingga 30 Desember. Kemudian pada Januari curah hujan akan menurun. Dan kembali meningkat pada Februari dan Maret pada 2020.
baca juga: ASN di Kabupaten Pidie Kurang Disiplin
BPBD Karawang segera menetapkan siaga bencana banjir, longsor dan puting beliung. Tiga bencana tersebut menjadi salah satu ancaman Karawang ketika memasuki akhir dan awal tahun.
"Seperti puting beliung, karena memang ada peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Ini biasanya sering sekali mengancam Karawang," terangnya. (OL-3)
Curah hujan yang cukup tinggi yang terjadi pada Rabu (1/4) pagi membuat ruas jalan di daerah itu tergenang air sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.
PASANGAN suami istri yang merupakan pemudik dari Bogor, Jawa Barat, mengalami insiden memilukan. Keduanya terbawa hanyut arus deras di saluran drainase Cianjur.
Dalam tinjauannya, Menteri PU Dody Hanggodo menyambangi embung di Desa Padakaton guna melihat langsung titik pemicu luapan air.
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Pemprov DKI mitigasi risiko di TPST Bantargebang pascalongsor dan salurkan santunan BPJS Ketenagakerjaan ratusan juta bagi ahli waris serta beasiswa anak korban.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
BADAN Penanggulangan bencana daerah (BPBD) Jawa Timur melakukan i pengecekan kondisi peralatan Early Warning System (EWS) yang tersebar di berbagai daerah di Jatim
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved