Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSPOR Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan kualitasnya. Hingga triwulan III tahun 2019, ekspor Jateng menjadi penyumbang tertinggi kedua pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,66%, melebihi pertumbuhan nasional yang hanya 5,02%. Dari total itu, ekspor menjadi penyokong tingginya pertumbuhan ekonomi Jateng dengan 2,16%, setelah konsumsi sebesar 2,44%.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo mengatakan, ekspor non migas Jawa Tengah mengalami tren positif setiap tahunnya. Pada 2017, ekspor non migas Jateng tercatat USD$7,2 miliar. Jumlah itu naik pada 2018 menjadi US$8,09 miliar atau naik US$863 juta.
"Sementara periode Januari-September 2019, ekspor non migas Jateng tercatat US$6,1 miliar naik 2% dibanding periode yang sama di 2018 yang hanya US$6,05 miliar," terang Arif saat menggelar jumpa pers di kantor Gubernur Jateng, Rabu (27/11/2019).
Capaian ekspor tersebut lanjut Arif telah mencapai 97.92% dari target tahun ini. Pihaknya optimistis, target ekspor tahun 2019 dapat tercapai. Arif menerangkan, ekspor pada triwulan III 2019 didominasi oleh tiga produk unggulan. Yakni barang-barang dari kulit sebesar US$208,15 juta, alas kaki dan pakaian jadi bukan rajutan masing-masing 38,57% dan
7,89%.
Selain itu, tekstil dan produk tekstil (TPT) menyumbang US$2,6 miliar atau 47,85% dari total ekspor Jateng di 2019. Diikuti kayu dan produk kayu, perabot, penerangan rumah yang masing-masing menyumbang 10,92% dan 8,07%.
"Untuk negara tujuan ekspor, peringkat pertama masih diduduki Amerika Serikat dengan total ekspor US$2,08 miliar. Kemudian Jepang US$746,56 juta dan Tiongkok di urutan ketiga dengan total US$503,9 juta," kata dia.
Sementara untuk data impor, Arif mengatakan bahwa impor Jateng pada periode Januari-September 2019 sebesar US$6,579 miliar. Jumlah itu naik 0,22% dari periode yang sama tahun 2018 sebesar US$6,564 miliar. Kenaikan impor Jateng pada 2019 didominasi oleh impor mesin, pesawat mekanik dan peralatan listrik dengan total US$2,2 miliar. Setelah
itu, impor tekstil, produk tekstil serta plastik dan barang dari plastik yang masing-masing menyumbang angka 22,14% dan 6,12%.
"Adapun negara tujuan impor Jateng didominasi dari Tiongkok, Jepang dan Amerika Serikat," tegasnya.
Meski mengalami peningkatan ekspor, Arif mengatakan belum cukup puas dengan capaian itu. Pihaknya akan terus menggenjot ekspor Jateng dan menekan impor.
Berbagai upaya telah dilakukan Pemprov Jateng guna peningkatan ekspor. Diantaranya dengan penerbitan surat keterangan asal (SKA) barang ekspor dengan sistem one day services, melakukan pengamanan akses pasar komoditas ekspor Jawa Tengah dari tuduhan dagang negara lain, melakukan diseminasi informasi kepada dunia usaha, industri untuk
regulasi ekspor dan pengendalian impor.
baca juga: Pemkab Kotabaru Siapkan Rekonstruksi Pulau Sebuku
Selain itu, pihaknya juga berupaya untuk meningkatkan daya saing produk ekspor Jateng dengan meningkatkan capacity building, memberikan fasilitas promosi dagang, melakukan business matching, melakukan bimbingan teknis manajemen ekspor, dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan eksportir baru.
"Ke depan, akan tersedia pusat layanan informasi ekspor, free trade agreement centre (FTA Centre) pada Disperindag Jateng yang berasal dari pemerintah pusat. Semoga dengan inovasi itu, ekspor Jateng akan terus tumbuh menjadi lebih baik," pungkasnya. (OL-3)
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Pelaku diketahui memiliki utang yang menumpuk bahkan telah menggadaikan sepeda motor milik istrinya senilai Rp4 juta.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
Data Pemerintah Kabupaten Tegal menunjukkan timbulan sampah mencapai 670,38 ton per hari. Namun, sampah yang berhasil diolah baru sekitar 5,3 persen.
BMKG memperingatkan gelombang tinggi hingga 2,5 meter disertai hujan badai dan angin kencang di perairan Jawa Tengah, Minggu (1/2).
Citiasia Inc. meresmikan Citiasia Nexus Hub Central Java di Kota Semarang sebagai bagian dari strategi memperkuat orkestrasi pengembangan smart city di Jawa Tengah dan wilayah sekitarnya.
GERAKAN Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Timur dan Gekrafs Jawa Tengah turut berpartisipasi dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi antarprovinsi yang digelar pada 29 Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved