Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN warga perantau atau diaspora asal Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara timur diajak untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan dengan selalu membina semangat kerukunan dan toleransi dalam kehidupan sosial. Ajakan menjaga persatuan dan kesatuan ini disampaikan langsung oleh Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon, Minggu (17/11/2019) saat menemui ribuan perantau di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Saat ini ada sekitar belasan ribu warga diaspora asal Flotim yang bekerja dan menetap di Tarakan dan Nunukan, Kalimantan Utara. Belum terhitung warga diaspora di wilayah lainnya. Dihadapan ribuan warga diaspora tersebut, Bupati Flotim, Anton Hadjon mengajak seluruh perantau untuk tetap menjaga budaya Lamaholot, yaitu semangat kekeluargaan, kerukunan, toleransi dan persatuan yang sudah membudaya, untuk tetap dipertahankan di tempat perantauan. Tujuannya agar ancaman radikalisme dapat ditanggulangi dan tidak terjebak dalam segala bentuk hasutan yang memecah belah persatuan bangsa.
"Saya senang dapat bertemu langsung dengan warga diaspora di sini. Terima kasih juga untuk pemerintah setempat yang telah bersedia menerima warga Flotim untuk bekerja dan tinggal di tempat ini. Untuk itu saya minta warga Flotim yang ada di perantauan ini selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Menjaga toleransi dan kerukunan dengan warga di sini. Semua adalah saudara sebangsa dan setanah air. Sehingga budaya Loamoholot yang mengutamakan semangat kekeluargaan dan kerukunan harus tetap dipelihara di sini. Persatuan menjadi kekuatan kita untuk menangkal segala bentuk ancaman seperti radikalisme, provokasi dan hoaks dapat ditanggulangi," kata Bupati Anton.
Menurut Anton, Warga Flotim sejak dahulu memang sudah terkenal sebagai perantau, sehingga sudah terbiasa hidup rukun dalam menjalin kehidupan sosial yang baik di tengah-tengah masyarakat.
Pada kesempatan sama Wali Kota Tarakan, Khairul Effendi saat menerima kunjungan Bupati Flotim, mengatakan menjamin kehidupan warga diaspora di daerah ini. Seluruh warga diaspora sudah menjadi keluarga sendiri dan mendapatkan hak pelayanan yang sama sebagaimana warga asli.
baca juga: Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan di Bangka Selatan Rp8,4 Miliar
"Sudah sejak dahulu, warga Flotim bekerja dan merantau di sini. Semua seperti keluarga sendiri. Kehidupan sosial di sini cukup baik. Semangat kerukunan dan kekeluargaan anatara warga Flotim dan warga di sini sangat bagus. Sehingga kami pun menjamin kehidupan warga diaspora di daerah ini untuk mendapatkan hak yang sama dalam pelayanan publik dalam kehidupan bersama di sini," kata Khairul. (OL-3)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gimĀ online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved