Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGATAN Hari Kesehatan Nasional 2019 menjadi momentum membahagiakan bagi Pemerintah Kota Surakarta. Lima Puskesmas di kota itu berhasil meraih akreditasi paripurna.
Sertifikat pengakuan tertinggi dari Kementerian Kesehatan itu diserahkan oleh Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo pada Upacara Hari Kesehatan Nasional ke-55 di halaman Balai Kota, Senin (11/11).
Adapun penerimanya ialah Puskesmas Setabelan, Puskesmas Ngoresan, Puskesmas Sibela, Puskesmas Sangkrah dan Puskesmas Kratonan. Wali Kota Rudy juga menyerahkan sertifikat akreditasi utama untuk Puskesmas Gajahan, Puskesmas Jayengan, Puskesmas Pucangsawit, Puskesmas Pajang dan Puskesmas Nusukan.
Dengan demikian, dari 17 Puskesmas yang ada di Kota Surakarta sepuluh diantaranya menyandang akreditasi paripurna. Sedang tujuh lainnya terakreditasi utama.
Baca juga: Atasi Defisit, BPJS Kesehatan Dukung Puskesmas Kembali ke Fitrah
Rudy mengaku gembira dengan pencapaian tersebut. Pemberian akreditasi paripurna dan utama oleh Kementerian Kesehatan merupakan bukti mutu pelayanan yang diberikan telah sesuai standar dan harapan masyarakat.
"Dengan akreditasi paripurna dan utama ini tentu ke depan akan lebih ditingkatkan lagi fasilitas dan layanannya," tegas dia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih menambahkan capaian akreditasi paripurna tahun ini merupakan rekor secara nasional. Sebab, dari lima Puskesmas yang diajukan semuanya dinyatakan lolos dan naik peringkat.
Namun, dia mewanti-wanti agar prestasi ini tidak sampai membuat terlena. Ke depan, aspek kepemimpinan dan manajemen, pelayanan perseorangan serta pelayanan berbasis masyarakat harus semakin ditingkatkan kualitasnya.
"Puskesmas harus menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat secara komprehensif. Pasien diobati, keluarga dan lingkungannya dipantau,"
ujar Siti Wahyuningsih.(OL-5)
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
KEMENTERIAN Kesehatan memasuki tahap lanjutan penanganan bencana Aceh Sumatra dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan primer melalui puskesmas di wilayah terdampak.
"Puskesmas itu berada di 18 dari 23 kabupaten/kota yang terdampak bencana. Sudah bisa melayani kesehatan masyarakat,"
Pembangunan dan pengoperasian puskesmas ini merupakan perwujudan kehadiran pemerintah dalam menjamin layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah diakses warga.
BAYANGKAN di suatu pagi di sebuah puskesmas, antrean sudah mengular sejak matahari belum tinggi.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mencatat saat ini ada 10.300 puskesmas di Indonesia, jumlah tersebut termasuk 2.652 yang kategori puskesmas terpencil dan sangat terpencil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved