Kamis 07 November 2019, 10:10 WIB

Atasi Defisit, BPJS Kesehatan Dukung Puskesmas Kembali ke Fitrah

Atalya Puspa | Humaniora
Atasi Defisit, BPJS Kesehatan Dukung Puskesmas Kembali ke Fitrah

MI/M Yakub
Puskesmas di Lamongan

 

MENTERI Kesehatan Terawan Agus Putranto kerap menyatakan akan mengembalikan Puskesmas pada fitrahnya, yakni menjadi pusat bagi kegiatan promotif dan preventif masyarakat.

Berkaitan dengan itu, BPJS Kesehatan mendukung penuh upaya Menkes untuk menjadikan Puskesmas sebagai pusat kegiatan promotif dan preventif. Pasalnya, hal itu dinilai dapat menjadi salah satu solusi mengatasi defisit BPJS Kesehatan agar tidak terus melebar.

"Benar apa yang dikatakan Pak Menkes. Puskesmas harus kembali ke fitrahnya. Itu kan penanganannya di daerah. Jadi penanganan penyakit bukan hanya dari pusat, tapi juga meluas," kata Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (6/11).

Baca juga: IDI Dukung Menkes Kembalikan Puskesmas untuk Pencegahan Penyakit

Andayani menilai upaya penanganan penyakit dari Puskesmas merupakan investasi jangka panjang yang akan membantu perbaikan pada keuangan BPJS Kesehatan. Dengan demikian, masyarakat mendapatkan cukup edukasi terkait kesehatan dan tidak menjadi beban pembiayaan BPJS Kesehatan kedepannya.

"Sekarang kalau dilihat, penyakit tidak menular itu harus dimulai dari pola hidup. Itu kan harus dieducate. Ini kan masalah investasi jangka panjang. Ini di BPJS Kesehatan sekarang makin banyak menanggung penyakit tidak menular, kanker. Itu kan harus dipotong dari awalnya. Di sinilah peran Puskesmas," tuturnya.

Untuk itu, dirinya berharap pemerintah berkomitmen penuh untuk mengembalikan puskesmas pada fitrahnya agar kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat.

"Sekarang memang sudah seharusnya Puskesmas kembali ke fitrahnya, Puskesmas kampanye kesehatan. Kalau ada penolakan dari Puskesmas, ya sepertinya tidak bisa. Karena itu kan kebijakan pemerintah," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More