Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN siswa kelas VI SDN 191 Babakan Surabaya, Kota Bandung, tampak asyik bermain di Taman Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/11) siang. Dengan dipandu lima guru, mereka diberi kebebasan untuk melihat setiap sudut area terbuka yang lokasinya berada dalam komplek Kantor Wali Kota Bandung.
Hamparan taman hijau, kolam air, hingga patung badak yang tersedia di taman tersebut diserbu ratusan siswa yang juga berasal dari SD lainnya. Sinar matahari yang menyengat tidak terasa karena kawasan tersebut yang dikelilingi pohon-pohon berukuran besar.
Anak-anak sekolah dasar itu tengah menjalani satu hari belajar di luar kelas dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional. Proses belajar mengajar di ruangan terbuka ini dilakukan serentak termasuk di Kota Bandung.
Salah seorang siswa, Caesar Rio Erlana Putra, mengaku senang bisa mengikuti sekolah di luar kelas ini. Selain kesempatan yang cukup jarang diterimanya, dia pun menikmati suasana di sekitar Taman Balai Kota Bandung yang menurutnya sangat sejuk dan indah.
"Senang, karena di sini udaranya segar," ujar siswa kelas VI F SDN 191 Babakan Surabaya, Kota Bandung, ini.
Dia juga sangat menikmati kegiatan tersebut karena merasa bebas bergerak meski berada dalam jam sekolah. Hamparan taman bunga, rindangnya pepohonan, hingga koleksi kelinci dan ayam sudah dilihatnya pada kesempatan tersebut.
"Bisa lebih bebas saja, apalagi di sini luas," katanya.
Pengalaman berbeda diceritakan Muhammad Ihwan Saputra, teman sekelas Rio. Sekujur tubuhnya terlihat basah karena sudah bermain di kolam air. Meski tidak membawa baju ganti, dia bersama teman-teman lainnya tidak ragu untuk menceburkan diri ke dalam kolam dangkal tersebut.
"Awalnya tidak akan turun, tapi lihat yang lain turun, ya ikut turun," katanya.
Salah seorang guru kelas VI SDN 191 Babakan Surabaya Kota Bandung, Indah Purnamasari, sangat menyambut baik anjuran pemerintah untuk belajar di luar kelas. Menurutnya, ini sangat positif terutama untuk mengusir kejenuhan pada anak didiknya itu.
Baca juga: Alasan Brigadir AM Tembak Mahasiswa masih Didalami
"Saya melihat mereka antusias. Bahakan ketika mau diumumkan saja (akan belajar di luar kelas), mereka sudah semangat," katanya.
Dia tidak memungkiri proses belajar mengajar di dalam kelas menimbulkan kejenuhan bagi anak. Indah pun mengaku pernah beberapa kali mengajak siswanya untuk belajar di luar kelas.
"Tapi kan dulu cuma di lapang, di lingkungan sekitar. Sekarang ke taman, ke museum," katanya.
Meski harus menempuh perjalanan sejauh 6 kilometer untuk menuju Taman Balai Kota Bandung, dia tidak mempersoalkannya karena mendapat suasana yang bagus. Tak hanya itu, menurut dia anak didiknya pun banyak mendapat pengetahuan baru ketika belajar di taman tersebut.
"Jadi selain untuk merelaksasi, ini juga bagus untuk menambah wawasan dan rasa pertemanan," katanya.
Dia pun bersyukur karena melalui acara ini siswa didiknya mau membawa bekal makanan dari rumah. Padahal, menurut dia, selama ini sangat jarang siswa yang mau membawa bekal makanan dari rumah.
"Kalau di sekolah, belum tentu mau," katanya.
Selain membawa main anak didiknya di taman, dia juga menyebut akan mengenalkan mereka dengan museum yang ada di komplek Pemerintah Kota Bandung tersebut.
"Kami ke sini ingin ke museum pemerintahan, karena kelas VI kan ada pelajaran pemerintahan," katanya. (OL-1)
Ajang kompetisi olahraga dan seni antar SMA bertajuk SkyBattle 2026 yang digelar oleh SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, resmi berakhir.
Prioritas utama dari kebijakan ini adalah untuk menjamin kesehatan serta keselamatan para peserta didik di tengah risiko bencana hidrometeorologi.
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved