Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGANTIAN musim dari kemarau ke musim hujan sangat ditunggu ribuan warga sejumlah desa di kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah yang saat ini masih mengalami krisis air bersih. Pelatihan mitigasi kebencanaan selalu diikuti warga agar kedepan semakin tangguh di dalam menyikapi bencana kekeringan.
Beberapa hari terakhir di awal November ini, mereka antusias mengikuti pelatihan mitigasi. Khususnya pembelajaran teknik panen air hujan dan juga pemetaan sumber air dan sungai bawah tanah, yang sangat berguna saat musim kering menyergap desa mereka.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto mengakui bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) terus memberikan pendampingan ke sejumlah desa rawan bencana. Tujuannya untuk pemberdayaan warga dalam upaya penanggulangan bencana.
"Kemarin kita laksanakan pendampingan dan fasilitasi pembentukan desa tangguh bencana di tiga desa di Paranggupito. Semua pembiayaan Destana Pratama dengan menggunakan dana APBDesa," kata Bambang, Rabu (6/11/2019).
Tiga desa yang dibentuk menjadi Destana Pratama di Paranggupito itu adalah, Desa Kethos, Desa Johunut dan Desa Gendayaan. Masing masing mengajukan 20-30 warganya untuk dilatih sebagai relawan, yang paham tentang manajemen kebencanaan.
baca juga: Sulawesi Selatan Siap Kembangkan Agrowisata
Pasalnya desa-desa di Kecamatan Paranggupito selalu didera krisis air bersih setiap musim kemarau. Materi pelatihan diarahkan bagaimana warga menjadi relawan tangguh dalam mengatasi berbagai dampak yang terjadi saat musim kemarau datang. Warga, lanjut Bambang Haryanto, harus paham tentang peta dan dokumen kerawanan bencana.
"Kita beri materi tentang kajian resiko dan dokumen rencana kontijensi, pemetaan potensi sumber air baku, bagaimana merawah penampungan air hujan, dan juga tentang teknim panen air hujan," pungkas Bambang. (OL-3)
Tembok SMPN 182 Jakarta sepanjang 65 meter roboh diduga akibat tanah urukan labil. BPBD DKI memastikan tak ada korbanĀ amun drainase sekolah tersumbat total.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam (BPBD) menyatakan dua jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, hanyut terbawa banjir.
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat.
Musim hujan sering kali dianggap sebagai penghalang bagi sebagian orang untuk berlibur. Namun, data terbaru dari platform perjalanan digital Agoda pada Februari 2026
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved