Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERINGAN masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Seperti terjadi di Kecamatan Naringgul yang notabene berada di wilayah selatan. Warga di empat desa di wilayah tersebut hingga saat ini dilaporkan masih mengalami krisis air bersamaan kemarau panjang. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga mencari sumber-sumber air maupun membeli air bersih yang dijual keliling.
"Kemarau sekarang sudah berlangsung hampir enam bulan. Selama itu, warga mengalami kesulitan air bersih," kata Kepala Dusun Puncakwangi Desa Wangunjaya, Jejen kepada wartawan, Senin (28/10).
Di wilayah itu terdapat sumber air dari aliran Sungai Cisinduk. Namun karena hingga saat ini belum turun hujan, ditambah jadi andalan warga, debit air di lokasi tersebut mengering.
"Hampir setiap hari, pagi, siang, hingga malam, warga mengantre untuk mendapatkan air. Tidak banyak karena debit airnya juga sudah menyusut," terang Jejen.
Empat desa yang dilanda kekeringan berada di Desa Wangunjaya, Desa Malati, Desa Naringgul, dan Desa Margasari. Bagi warga yang mampu, jelas Jejen, mereka membeli air bersih seharga Rp70 ribu per torn (penampungan air) bsrkapasitas 1.000 liter.
"Kami berharap ada bantuan air bersih bagi masyarakat," tegasnya.
Herman, 50, tokoh masyarakat Desa Naringgul, menambahkan sumber air di wilayahnya berada di Kampung Garogol. Namun sekarang debit airnya terus menyusut menyusul terjadinya kemarau panjang.
"Sekarang airnya terus berkurang. Kami ingin ada bantuan pasokan air bersih," tandasnya.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, mengatakan kondisi cuaca saat ini masih sulit diprediksi. Karena itu, Pemkab Cianjur masih memberlakukan status siaga darurat kekeringan hingga 31 Oktober 2019. Namun saat ini sudah mulai memasuki peralihan musim.
"Cuaca sekarang memang agak sulit diprediksi. Kalau melihat cuaca, sepertinya masih masuk masa kemarau. Tapi masih diselingi juga dengan hujan yang mendadak bisa terjadi secara ekstrem," terang Sugeng.
baca juga: Cegah Karhutla, Tiap Desa di OKI Dikawal Balakar
Sugeng mengingatkan masyarakat harus tetap mewaspadai potensi-potensi bencana. Terutama memasuki masa transisi peralihan musim kemarau ke hujan.
"Tetap waspada menghadapi kondisi cuaca sekarang," pungkasnya. (OL-3)
Pakar UGM Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho memperingatkan ancaman Godzilla El Nino terhadap produksi padi dan jagung serta pentingnya mitigasi bagi petani.
PEMERINTAH memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi fenomena El Nino yang diperkirakan mulai terjadi pada Mei 2026.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempercepat langkah mitigasi menghadapi potensi El Nino melalui implementasi lima strategi utama di lapangan.
SEBANYAK 815 desa di 26 Kecamatan di Jawa Timur berpotensi mengalami kekeringan akibat kemarau panjang tahun ini yang diprediksi menghalami Godzilla El Nino.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengingatkan potensi terjadinya El Nino kuat atau Godzilla yang berdampak pada kekeringan saat musim kemarau 2026.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved