Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGATAN Sumpah Pemuda di Sumatra Selatan difokuskan pada toleransi umat beragama. Seperti terlihat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Sumatra Selatan yang difokuskan di halaman Rumah Ibadah Kompleks PT Jakabaring Sport City Palembang, Senin (28/10). Sebanyak 2.000 peserta dari berbagai instansi dan pelajar di Kota Palembang mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut.
Gubernur Sumsel, Herman Deru selaku inspektur upacara mengatakan pada upacara Sumpah Pemuda ke 91 ini mengklaim bahwa upacara Sumpah Pemuda tersebut satu-satunya di Indonesia yang digelar di depan enam rumah ibadah.
"Hari ini persembahan khusus untuk para pemuda provinsi Sumsel bahwa pemuda provinsi Sumsel bersama Dispora Sumsel, seluruh pemuda, ormas, OKP juga Pramuka berkumpul di sini dalam rangka hari sumpah pemuda ke 91. Sumsel punya keistimewaan penyelenggaraan HUT di depan 6 rumah ibadah di JSC," kata Herman Deru.
Menurut Herman Deru ini mencirikan bahwa penduduk Indonesia memiliki perbedaan kepercayaan, agama tapi tetap bersatu.
"Dan pemuda menjadi pelopor di dalam setiap kebersamaan kita," ungkap Herman Deru.
"Para pemuda ini kan agamanya berbeda-beda jadi kita adalah makhluk-makhluk yang bertoleransi antar agama," tambahnya.
Diakuinya, dengan digelarnya upacara di kawasan enam rumah ibadah ini sekaligus mempromosikan lokasi yang sudah digunakan saat Asian Games 2018. Menurut Herman Deru adalah bagaimana memanfaatkan enam rumah ibadah yakni rumah ibadah agama Islam, Katolik, Protestan, Budha, Hindu dan Konghucu itu dengan baik.
"Informasi bisa formal dan informal tapi yang penting rumah ibadah bukan hanya untuk didirikan tapi juga untuk digunakan," terang Herman Deru.
Selain menggelar upacara juga diberikan 10 penghargaan kepada 10 pemuda pelopor Sumsel. Penyerahan penghargaan serta uang pembinaan diserahkan langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru. Sementara itu, Kepala Dispora Sumsel Akhmad Yusuf Wibowo menjelaskan 10 tokoh pemuda yang terpilih adalah pemuda terbaik dan berprestasi di
Sumsel.
baca juga: Pemuda di Era Milenial harus Jadi Benteng Informasi Negatif
"Sepuluh nama tersebut dipilih karena kepeloporannya untuk Sumsel yang berusia 16-30 tahun," tambahnya.
Upacara Sumpah Pemuda itu dihibur dengan penampilan Marching Band dari SMKN 3 Palembang dan Sat Pol PP Sumsel. (OL-3)
SETIAP 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berikrar untuk bersatu: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia.
Dulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan pena, kini perjuangan itu menuntut transformasi ekonomi, kemandirian finansial, dan keadilan sosial.
Menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang peduli dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kembali pentingnya pemulihan kawasan Puncak sebagai hulu DAS Ciliwung yang menopang kehidupan di wilayah hilir.
Momentum ini menjadi titik temu antara penegakan hukum, pelestarian lingkungan, tanpa melupakan sisi anugerah alam yang bisa dijadikan sumber mata pencaharian masyarakat.
Dalam sejarah, Sumpah Pemuda 1928 dapat dibaca sebagai upaya membangun imajinasi kolektif di bawah kondisi keterpecahan dan penindasan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved