Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Bali, I Wayan Koster mengatakan pemuda memiliki peran strategis menjaga keutuhan NKRI. Namun dalam perjalanan bangsa Indonesia, tantangan menjaga keutuhan NKRI ini.
"Salah satunya adalah munculnya paham radikalisme yang dapat mengganggu ideologi Pancasila dan Kebhinekaan NKRI," kata Koster saat menjadi inspektur upacara Sumpah Pemuda ke 91 di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (28/10).
Dalam menanggulangi hal ini, diperlukan peran srategis dari para pemuda Indonesia. Menurutnya khususnya di Bali, para pemuda untuk lebih peka dalam memandang dinamika ini, sehingga hal-hal negatif yang ditimbulkan dapat ditangkis sedini mungkin.
"Para pemuda adalah generasi penerus bangsa. Berawal dari para pemudalah suatu bangsa itu bisa dikatakan kokoh atau tidak. Maka dari itu para pemuda sangat memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan NKRI, selaras dengan spirit perjuangan pemuda yang tertuang dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober tahun 1928," ujarnya.
Sebelumnya, pada upacara ini Gubernur Bali berkesempatan untuk membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali yang menyatakan bahwa Hari Sumpah Pemuda ke-91 ini mengambil tema Bersatu Kita Maju. Tema ini diambil untuk menegaskan kembali komitmen telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928. Bahwa hanya dengan persatuan, maka dapat mewujudkan cita-cita bangsa.
Dalam pidato tersebut, Menpora RI juga menekankan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua sisi mata pisau. Satu sisi, ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing. Namun pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif. Informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya. Apabila pemuda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan dan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara.
baca juga: Peringati Sumpah Pemuda Dengan Sunatan Massal
Dalam kesempatan ini Gubernur Koster didampingi Wagub Cok Ace dan Sekda Dewa Indra menyerahkan hadiah penghargaan kepada para pemenang lomba Pemilihan Pemuda Pelopor Provinsi Bali, Wirausaha Muda Berprestasi Provinsi Bali, Pertukaran Pemuda Luar Negeri, dan Kapal Pemuda Nusantara. (OL-3)
SETIAP 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berikrar untuk bersatu: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia.
Dulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan pena, kini perjuangan itu menuntut transformasi ekonomi, kemandirian finansial, dan keadilan sosial.
Menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang peduli dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kembali pentingnya pemulihan kawasan Puncak sebagai hulu DAS Ciliwung yang menopang kehidupan di wilayah hilir.
Momentum ini menjadi titik temu antara penegakan hukum, pelestarian lingkungan, tanpa melupakan sisi anugerah alam yang bisa dijadikan sumber mata pencaharian masyarakat.
Dalam sejarah, Sumpah Pemuda 1928 dapat dibaca sebagai upaya membangun imajinasi kolektif di bawah kondisi keterpecahan dan penindasan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved