Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BUPATI Aceh Barat, Ramli MS meminta Kementerian Agama segera menetapkan ciri-ciri paham radikal. Hal ini agar parameter paham radikal jelas dan tak membingunkan masyarakat.
"Agar tak terjadi kesalahpahaman di masyarakat khususnya umat Islam, saya berharap Kementerian Agama segera mengeluarkan sebuah aturan tentang paham radikal," kata Ramli seperti dilansir dari Antara, Sabtu (26/10).
Ramli menilai stigma radikal yang berkembang di masyarakat selama ini hanya disematkan pada umat Islam. Jika dibiarkan, hal itu dikhawatirkan akan menimbulkan keresahan. Oleh karena itu, dia menilai parameter paham radikal perlu segera direspons oleh Kemenag. Ini agar kepala-kepala daerah di Aceh atau daerah manapun bisa menjelaskan kepada masyarakat terkait paham radikal serta apa saja bentuk sikap yang tergolong radikal agar lebih mudah dikenali dan dicegah.
Dia menegaskan pihaknya sangat setuju dengan sikap pemerintah melalui Kemenag yang tengah berupaya mencegah berkembangnya paham yang bertentangan dengan UUD 1945 dan Ideologi Pancasila. Namun agar tak membingungkan, parameter paham radikal perlu segera dirumuskan.
Dia juga menegaskan rakyat Aceh siap membela Tanah Air apabila dibutuhkan demi keutuhan NKRI. Namun dia tak setuju jika stigma radikal hanya disematkan kepada umat Islam saja.
baca juga: Gibran Berbagi Pengalaman Wirausaha kepada Santri Ponpes
"Setahu saya, agama Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi semesta) dan tidak ada ajaran agama apapun yang mengajarkan konflik atau berbuat tidak baik. Semua agama mengajarkan kebaikan bagi setiap pemeluknya," ujar Ramli. (OL-3)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved