Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
AGAR tidak terlibat dengan masalah hukum dengan keisengan jemari di media sosial, Gubernur Sumsel meminta PNS (pegawai negeri sipil) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel untuk menjaga attitude. Hal itu karena media sosial adalah media yang sangat mudah untuk mengeluarkan ungkapan perasaan namun dapat berbahaya jika terkait dengan ujaran kebencian.
Apalagi dengan ujaran kebencian dapat terkena UU ITE dan bisa berhadapan dengan hukum.
"PNS itu orang terdidik, bukan hanya akademik, namun juga attitude," ucap Herman Deru, Gubernur Sumsel.
Untuk itu, ia pun meminta agar jemari bagi para PNS yang terbiasa membuat cuitan di media sosial agar dapat lebih berhati-hati.
baca juga: PAN Lakukan Survei Internal, Gerindra Prioritaskan Kader
"Kalau attitude-nya tidak masuk, jangan lakukan (menulis cuitan yang tidak perlu)," ungkapnya.
Sebab hal itu bukan hanya berimbas pada masalah hukum, namun status kepegawaian pun dapat terancam. (OL-3)
Dalam psikologi perkembangan, remaja sedang berada pada fase meningkatnya kebutuhan otonomi.
Salah satu fenomena yang paling sering muncul dari penggunaan media sosial adalah kecenderungan remaja untuk melakukan perbandingan sosial secara ekstrem.
Laporan Kebahagiaan Dunia terbaru mengungkap dampak negatif algoritma TikTok dan Instagram pada mental pemuda.
Matcha memang kaya akan katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG) yang bersifat antioksidan.
Cara seseorang mengekspresikan kesedihannya berkaitan erat dengan apa yang dirasa paling menguatkan bagi dirinya sendiri.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved