Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMANDANGAN bulan purnama penuh yang mengesankan (full hunters moon) terlihat di langit Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, sore hari ini menjelang malam sekitar pulul 17.45 Wita.
Pada kemunculannya bulan purnama tampak lebih besar dari biasanya dan berwarna oranye pada awal kemunculannya. Munculnya bulan purnama besar dengan warna oranye ini terlihat sangat mengesankan segera setelah matahari terbenam.
Awalnya masih tertutup awan tipis langit kota Mbay, tetapi selang lima menit kemudian, bulan oranye pun mulai kelihatan.
Bulan purnama di dekat cakrawala juga sering tampak merah, oranye ketika masih berada dalam posisi rendah. Hunters moon ialah nama untuk bulan purnama setelah harvest moon atau bulan panen.
Sejumlah warga mengaku terkesima dengan fenomena indah ini dan tak menyangka bisa menyaksikan keindahan cakrawala setelah menikmati sunset di perbukitan Sava Kesidari yang berjarak 2 kilometer dari kota Mbay.
Baca juga: Puluhan Tahun Warga Mapitara di Sikka Tersandera Jalan Rusak
"Ini sangat indah, saya sering menyaksikan juga beberapa bulan lalu, namun ini lebih siang munculnya sehingga ketika habus menikmati matahari terbenam yang indah kita langsung bisa menikmati Full Hunters Moon," ujar Satni yang ditemui di perbukitan savana.
Dikutip dari Wmur, efeknya dikenal sebagai ilusi bulan, yang membuatnya tampak lebih besar di dekat cakrawala daripada ketika tinggi di langit.
Bulan purnama di dekat cakrawala juga sering tampak merah, oranye, atau kuning karena akan terlihat lebih banyak dari atmosfer ketika dalam posisi rendah.
Saat terbit, bulan akan memiliki karakteristik warna putih keperakan. Karena waktu tahun ini dekat dengan titik balik, bulan akan naik saat matahari terbenam dan menjelang matahari terbit, sehingga pengamat bulan dapat melihatnya melintasi langit sepanjang malam. (OL-1)
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Fenomena astronomi langka akan menyapa langit Bumi pada akhir Februari 2026 lewat peristiwa yang dikenal sebagai parade enam planet.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Sayangnya, Gerhana Matahari Cincin sempurna kali ini tidak melewati wilayah Indonesia dan hanya melintasi wilayah terpencil di Antartika.
Geminid dikenal menghasilkan meteor yang bergerak lebih lambat dan terkadang berwarna-warni. Fenomena ini dapat dinikmati dengan baik oleh pengamat di wilayah Asia Tenggara
Fenomena-fenomena ini dapat disaksikan di berbagai belahan dunia, termasuk sebagian wilayah Asia dan Indonesia untuk beberapa peristiwa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved