Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengaku, masih ada 500 bilik hunian sementara (huntara) yang belum terisi di Palu.
Menurutnya, huntara yang belum terisi itu karena tidak diminati warga. Pelbagai alasan pun menjadi penyebab. Salah satunya, banyak huntara yang tidak sesuai dengan kebutuhan warga.
Namun, alasan yang paling mendasar, lanjut Longki, karena huntara yang dibangun pemerintah jauh dari lingkungan awal warga tinggal. Huntara yang dibangun pemerintah di Kelurahan Tondo, Petobo, dan Duyu, dinilai jauh dari tempat warga mencari nafkah sehari-hari.
"Kita akui itu, memang ada kekurangan. Cuman kan sudah begitu adanya, yah diterima saja sambil menunggu hunian tetap (huntap)," terangnya di Palu, Selasa (8/10).
Longki menyebutkan, proses pembangunan huntap sepenuhnya baru akan selesai awal 2020 mendatang.
Oleh karena itu seraya menunggu pembangunannya selesai, warga yang masih tinggal di bawah tenda-tenda darurat diminta untuk pindah ke huntara.
"Ketimbang tinggal di bawah tenda, kan lebih baik pindah ke huntara," imbuhnya.
Diketahui, masih ada ribuan warga yang merupakan korban gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu tinggal di bawah tenda-tenda darurat. Mereka terpaksa memilih tinggal serba seadanya di bawah tenda karena merasa huntara yang diberikan pemerintah tidak sesuai dengan keinginan mereka.
Oleh karena itu, demi kenyamanan tinggal. Warga terpaksa memilih bertahan tinggal di sejumlah titik posko pengungsian.
"Yah, ketimbang hidup di huntara sementara tidak cukup untuk kami, mending tinggal di bawah tenda saja," aku salah satu pengungsi Rahmat Dhani, 43, ditemui terpisah di Posko Pengungsian Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat.
Baca juga: Wapres Minta Hunian Tetap Dipercepat
Menurutnya, ia memiliki keluarga yang cukup banyak. Jika hanya diberi satu bilik huntara maka tidak cukup untuk ditempati.
"Saya satu keluarga ada delapan orang. Nah, mana cukup. Apa lagi huntara itu cuman 4x6 meter mungkin ukurannya," tegas Dhani.
Selain itu, huntara yang diberikan kepada Dhani jauh dari tempatnya bekerja.
"Saya kan jualan di pasar. Kalau disuruh pindah ke Kelurahan Tondo kan jauh sekali. Mana ini tidak ada kendaraan pribadi," ungkapnya.
Dengan alasan itu, Dhani dan sejumlah warga lainnya masih memilih untuk bertahan di sejumlah posko pengungsian. Meski diketahui, sebagian besar warga yang bertahan di posko pengungsian masih mengharapkan bantuan dari pihak mana pun.
"Karena hidup seadanya jelas kami masih membutuhkan bantuan," tandas pengungsi lainnya Rahmawati, 49. (A-4)
Ratusan unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Kecamatan Seunuddon 135 unit.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
KEMENTERIAN Kehutanan memanfaatkan kayu gelondongan yang hanyut akibat bencana hidrometeorologi untuk penyediaan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak di Aceh Utara dan sumut
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyerahkan 90 unit Huntara di Aceh Tamiang. Sinergi BUMN Danantara sediakan hunian layak pasca-bencana.
BANJIR besar yang melanda Kabupaten Aceh Timur pada akhir November 2025 berdampak luas terhadap permukiman warga. Di Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, salah satunya.
Pasca serah terima, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan menjalankan mekanisme pengelolaan, termasuk penetapan penerima manfaat, distribusi, serta proses relokasi atau penempatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved