Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
SETAHUN lalu, tepatnya 28 September 2018, gempa bumi berkekuatan 7,4 pada skala Richter mengguncang Palu, Sigi, dan Donggala Sulawesi Tengah. Tidak hanya gempa, bencana lainnya, yakni tsunami dan likuefaksi juga terjadi sehingga membuat warga semakin menderita.
Kini sebagian warga yang merupakan korban terdampak bencana tersebut masih tinggal di posko pengungsian di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat.
Sebanyak 251 kepala keluarga atau 1.010 jiwa yang mengungsi akibat gempa dan likuefaksi yang melanda Kompleks Perumahan Nasional (Perumnas) Balaroa masih bertahan hidup di bawah tenda-tenda darurat.
Tinggal di tenda-tenda darurat praktis membuat kehidupan mereka serbaseadanya. Di sana banyak pengungsi berusia setengah baya. Namun, semangat mereka tetap tinggi meski harus melanjutkan hidup sebagai pengungsi.
“Harus tetap semangat kan meskipun hidup di bawah tenda darurat serbaseadanya,” ujar salah seorang pengungsi Balaroa, Hasni, 35, kepada Media Indonesia, kemarin.
Ibu empat anak itu bersama keluarga bertahan di posko pengungsian karena sudah tidak ada pilihan lain. Pasalnya, hunian sementara (huntara) yang diberikan pemerintah tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Huntara yang diberikan kepada kami sangat kecil. Tidak cukup untuk keluarga kami yang enam orang.” Pascagempa, huntara didirikan dan tersebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala. Bagi warga penghuni huntara, sepuluh bulan tinggal di sana membuat mereka rindu rumah mereka yang dulu.
Seperti Ani yang tinggal di Huntara Rano Bungi, Desa Kabobona, Kecamatan Dolo. Ia mengaku ingin kembali menempati rumah seperti dulu dan tidak lagi tinggal di huntara seperti saat ini. “Kami ingin kembali ke tempat semula dan semoga pemerintah memperhatikan kami di huntara ini.” (TB/MT/N-3)
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah 94 kilometer tenggara Kabupaten Simeulue pada Senin, 3 Maret 2026, pukul 11.56.45 WIB.
Gempa bumi tektonik yang terjadi pada Senin dini hari pukul 01.57.46 WITA di wilayah utara Sabah, Malaysia, dipastikan tidak berpotensi tsunami bagi Kalimantan Utara.
Tsunami dan megatsunami sering kali disalahpahami karena keduanya sama-sama melibatkan gelombang laut besar. Padahal, memiliki perbedaan yang sangat signifikan.
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
Wilayah Laut Banda, Maluku diguncang gempa tektonik pada pukul 10.05 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan adanya kemungkinan terjadinya tsunami danau di kawasan Danau Maninjau.
DUA bangunan rumah warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan rusak terdampak gempa 4,2 magnitudo, Minggu (15/3). Kedua bangunan itu berada di dua lokasi berbeda.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik di Laut Selatan Sukabumi, Jawa Barat hari ini 13 Maret 2026 dini hari pukul 02.18 WIB. berdasarkan BMKG gempa terkini itu tak berpotensi tsunami
Gempa bumi 5,4 magnitudo yang terjadi berpusat di Kota Sukabumi kedalaman 43 kilometer tidak berpotensi tsunami.
BMKG mencatat sedikitnya 20 gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,1 hingga 4,1 terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (10/3) dini hari.
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah 94 kilometer tenggara Kabupaten Simeulue pada Senin, 3 Maret 2026, pukul 11.56.45 WIB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved