Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
WABAH rabies di Pulau Flores dan Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah menelan ratusan orang sejak 1997. Sampai 2019, penularan virus rabies belum berhasil dicegah pemerintah. Bahkan, selama September 2019, tercatat tiga orang meninggal karena digigit anjing rebies.
Pelaksana Tugas (Plt) Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Nusa Cendana, drh Maxs UE Sanam mengatakan kasus rabies di daerah itu hanya bisa dicegah jika ada kerja sama lintas sektor. Tidak bisa ditangani sendiri oleh sektor kesehatan.
"Harus ada upaya massal untuk membangkitkan kesadaran masyarakat dan itu harus melibatkan semua level," katanya kepada wartawan di sela-sela Seminar Nasional Himpro ke-5 dengan tema 'Stretegi menghadapi Emerging dan Re-emerging Infectious Deseases di Indonesia, di Kupang, Rabu (25/9).
Rabies masuk dalam kategori Re-emerging Infectious Deseases (REID) merupakan penyakit yang pernah muncul di masa lampau dan sudah mengalami penurunan tingakt kejadian. Namun penyakit itu menunjukkan peningaktan insidensi dan cakupan geografis.
Seperti kasus rabies di Flores yang kemudian menular hingga ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurutnya penanganan rabies harus mengunakan konsep one health atau pendekatan multidisiplin ilmu, seperti ilmu sosiologi.
"Virus rabies ada pada anjing, namun orang (pemilik anjing) juga harus mau anjingnya divaksin," ujarnya.
Begitu juga warga yang digigit anjing rabies harus diberi vaksin.
"Cakupan vaksin harus 80%," ujarnya.
baca juga: Cegah Karhutla Fokus Pembasahan Rawa Gambut
Menurutnya, mahasiswa diberikan pengetahuan sejak dini agar setelah terjun ke masyarakat turut melibatkan orang dari disiplin ilmu lain untuk menangani penyakit tersebut.
"Kami introdusir mereka sejak awal agar membiasakan diri berpikir secara multidisiplin ilmu, dan juga membiasakan mereka membedah sesuatu secara akademik," katanya. (OL-3)
Program yang berlangsung sejak Juli hingga November 2025 ini berhasil melampaui target awal 10.000 peserta dan telah menjangkau 12.356 siswa sekolah dasar.
PEMERINTAH Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat (Sumbar) menggelar rapat untuk memperkuat langkah pengendalian rabies menyusul meningkatnya kasus rabies.
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat (Jakbar) memvaksinasi 663 ekor hewan penular rabies (HPR) selama November 2025.
Pada tahap akhir infeksi, penderita rabies bisa mengalami kondisi mengerikan yang disebut hydrophobia, atau ketakutan ekstrem terhadap air.
Kasus gigitan hewan rabies di Pekanbaru capai 509 kejadian sepanjang 2025. Meski menurun dari 2024, Dinkes tetap imbau warga waspada karena rabies mematikan.
Kasus rabies pun terus meningkat di beberapa kota dan negara, sehingga kewaspadaan pemilik hewan sangat dibutuhkan. Dengan pencegahan yang tepat, risiko rabies
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved