Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN data terakhir Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengacu pada Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2017, menyebutkan dari total 229 desa yang ada, sekitar 149 desa yang masuk kategori tertinggal dan sangat tertinggal.
Indeks Desa Membangun (IDM) ini merupakan indeks komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks yaitu indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi, dan indeks ketahanan ekologi/lingkungan.
Kepala Dinas PMD Flotim, Rufus Koda Taluma, saat dikonfirmasi Jumat (20/9), mengakui data terakhir yang masuk yaitu tahun 2017, diketahui masih banyak desa yang berada dalam kategori tertinggal dan sangat tertinggal, dengan acuan pada IDM membagi lima kategori, yaitu desa sangat tertinggal, desa tertinggal, desa berkembang, desa maju dan desa mandiri.
Dari total 229 desa yang ada di Kabupaten Flores Timur, sekitar lebih dari 100 desa masuk kategori desa sangat tertinggal dan desa tertinggal. 6 desa sangat tertinggal tersebut, yaitu di Kecamatan Tanjung Bunga, ada Desa Aransina dan Desa Latoliwo 2, di Kecamatan Wotan Ulumado ada dua desa yaitu Desa Demon Dei dan Desa Kawela, selanjutnya di Kecamatan Witihama ada Desa Lamaleka, dan Kecamatan Solor Barat yaitu Desa Lewotana Oli.
"ata ini berdasakan data Indeks Desa Membangun (IDM) terakhir pada tahun 2017. Sementara 2018 belum dilakukan verifikasi hingga Desember 2019 nanti. Jadi berdasarkan klasifikasinya, Desa tertinggal sebanyak 143 desa, desa sangat tertinggal sebanyak 6 desa, desa berkembang ada 78 desa dan desa maju hanya ada 2 desa. Sementara desa mandiri belum ada di daerah ini," pungkas Rufus.
Menurut Rufus, data ini mengacu pada sejumlah point dalam indikator IDM, yang dipakai untuk penelitian dan pemutakhiran, untuk selanjutnya dirumuskan dan ditetapkan klasifikasi setiap desa berdasarkan beberapa kategori desa yaitu, desa sangat tertinggal, desa tertinggal, desa berkembang, desa maju dan desa mandiri.
Lebih lanjut Rufus pun menambahkan jika data ini pun bisa berubah fluktuatif karena masih akan dilakukan pemutakhiran data terbaru pada tahun 2018.
"Untuk data tahun 2018 nanti baru diketahui pada Desember 2019 nanti. Sementara data tahun 2019 nanti baru akan diketahui pada Desember 2020 mendatang. Sehingga kita berharap akan terjadi perubahan jumlah desa tertinggal dan sangat tertinggal bisa semakin berkurang. Namun untuk saat ini berdasarkan data terakhir tahun 2017. Masih banyak desa yang tertinggal dan sangat tertinggal," sambung Rufus. (OL-09)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Selama kemiskinan terus diperlakukan sebagai objek visual dan emosional, upaya untuk memahaminya secara utuh akan selalu terhambat.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan lahan pertanian di dataran tinggi indonesia yang memiliki potensi mencapai 5,51 juta hektar.
Capaian ini diraih berkat keberhasilan Kabupaten Bekasi menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,44% dan menekan tingkat kedalaman kemiskinan hingga 0,26%.
PEMERINTAH dinilai perlu mendorong pembiayaan ultramikro lebih masif agar menjadi bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan.
Riset terbaru mencatat capaian signifikan dalam satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved