Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DEBIT air di tiga sumber mata air yang dikelola PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi, Jawa Barat, turun drastis. Rata-rata tingkat penurunannya mencapai kisaran 50% hingga 60%.
"Tiga sumber air utama yang kami kelola, debit airnya rata-rata turun mencapai 50% hingga 60% dari kondisi normal," kata Direktur Utama PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi, Abdul Kholik kepada Media Indonesia, Selasa (10/9).
Dua dari tiga sumber air PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi merupakan mata air. Lokasinya berada di Batukarut, Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi dan di Cigadog, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi. Sedangkan yang berasal dari permukaan utama berada di Cinumpang, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.
Di Cinumpang, debit air normal mencapai 250 liter per detik. Namun selama kemarau turun drastis menjadi 100 liter per detik. Sementara di Cigadog, pada waktu normal debitnya mencapai 50 liter per detik sekarang turun jadi 26 liter per detik. Sedangkan di sumber mata air Batu Karut di Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, debit air saat normal mencapai sekitar 150 liter per detik, sekarang turun menjadi 64 liter per detik.
"Sejak memasuki kemarau, setiap bulan debit airnya terus turun hingga saat ini," ungkap dia.
Abdul khawatir jika kemarau masih berlangsung lama, maka debit air akan semakin menyusut. Kondisi itu juga membuat pasokan air harus dilakukan secara bergiliran kepada pelanggan.
"Sebetulnya pada saat musim penghujan pun ada beberapa daerah yang menerima pasokan kurang dari 8 jam. Pada musim kemarau ini daerah yang menerima pasokan kurang dari 8 jam ini bertambah. Bahkan ada wilayah yang hanya menerima pasokan air hanya 1 jam saja," jelas dia.
Abdul menambahkan, saat ini PDAM TBW Kota Sukabumi akan terus memaksimalkan pelayanan dengan cara mengaktifkan sumber air yang ada dan memperbaiki sarana pada sumber-sumber air agar pasokan ke pelanggan dapat kembali lancar. Terdapat juga delapan sumur bor yang akan dimaksimalkan.
"Sebagiannya sudah kita aktifkan. Sebagian lagi segera diproses," ungkapnya.
baca juga: Asap Karhutla Kian Pekat, Pekanbaru Liburkan Seluruh Sekolah
PDAM TBW Kota Sukabumi juga tengah mengupayakan menambah sumber air baku untuk produksi air dan berusaha untuk menekan angka kebocoran. Rencananya akan dilakukan studi banding dengan mendatangkan ahli.
"Intinya kita tidak diam dengan kondisi saat ini. Kita berupaya untuk memaksimalkan pelayanan," tandasnya. (OL-3)
Pakar UGM Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho memperingatkan ancaman Godzilla El Nino terhadap produksi padi dan jagung serta pentingnya mitigasi bagi petani.
PEMERINTAH memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi fenomena El Nino yang diperkirakan mulai terjadi pada Mei 2026.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempercepat langkah mitigasi menghadapi potensi El Nino melalui implementasi lima strategi utama di lapangan.
SEBANYAK 815 desa di 26 Kecamatan di Jawa Timur berpotensi mengalami kekeringan akibat kemarau panjang tahun ini yang diprediksi menghalami Godzilla El Nino.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengingatkan potensi terjadinya El Nino kuat atau Godzilla yang berdampak pada kekeringan saat musim kemarau 2026.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved