Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU keluarga di Kota Bekasi, Jawa Barat menjadi korban kecelakaan maut di ruas Tol Cipularang KM 91 arah Jakarta, Senin (2/9).
Salah seorang kerabat keluarga itu, Febriansyah Putra, 24, di Bekasi, menyebutkan, mereka terdiri atas tujuh orang anggota keluarga dengan mengendarai Toyota Avanza berwarna hitam saat kecelakaan maut itu terjadi.
Ketujuh anggota keluarga ini tinggal di Jalan Pulau Maluku 16, Perumnas III Nomor 91, RT 09/09, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
"Mereka masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit MH Thamrin, Purwakarta," kata Putra.
Ia mengatakan tujuh orang anggota keluarga itu terdiri dari kedua orangtuanya, Zulfahmi dan Asparida.
Baca juga: Olah TKP Kecelakaan Cipularang, Polisi Berlakukan Contraflow
Kemudian kakak kandung Putra, Rico Apriadi Tanjung, Ade Suryani, kakak ipar Putra, lalu keponakannya yakni Safira dan Muhammad Azka, serta adik dari kakak iparnya bernama Vivi.
"Saya dapat kabar kemarin siang dari kakak ipar saya (Ade Suryani), langsung dari situ saya kabarkan ke kakak pertama dan kedua saya, saat ini kakak-kakak saya masih di sana (rumah sakit)," kata Putra.
Dia mengaku kondisi ketujuh anggota keluarganya itu selamat hanya saja kedua orangtuanya, Zulfahmi dan Asparida mengalami luka berat.
Sementara untuk anggota keluarga lainnya mengalami luka patah kaki, luka akibat pecahan kaca, serta memar akibat benturan.
"Ibu sama bapak saya, informasinya mau dirujuk ke RS Juanda Bekasi tapi belum tahu kapan," kata dia.
Febri mengaku keluarganya saat itu hendak pulang ke Bekasi usai berlibur ke tempat wisata di Ciwidey, Kabupaten Bandung.
Mereka berangkat sejak Minggu (1/9) pagi dan dijadwalkan kembali pada Senin (2/9) sore atau malam. Namun di tengah perjalanan kendaraan yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan beruntun di Tol Cipularang.
"Terakhir ngontak itu kemarin pagi, kasih tahu mau perjalanan pulang kira-kira siang udah dari sana, terus pas pukul 14.00 WIB ditelepon lagi udah dapat kabar kecelakaan itu," kata dia. (OL-2)
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Korban pertama kecelakaan ATR 42-500 di Balocci, Pangkep dievakuasi. Ia ditemukan tewas di jurang 200 m saat SAR dihantam cuaca ekstrem. Kabut pekat visibilitas 5 m.
Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 16.15 WIB di jalur arah Surabaya menuju Malang, tepatnya di Desa Pamotan, Kecamatan Porong.
Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Kecelakaan terjadi di Jalur A Jajan Tol KM 426.400 Semarang-Bawen tepatnya di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang Selasa (6/1) pagi, dengan korban 1 tewas dan 6 luka.
Satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam kecelakaan di Tol Batang–Semarang. Polisi mendalami dugaan gangguan kemudi pada truk trailer bermuatan besi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved