Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
WILAYAH Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terletak di jalur yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara administrasi, Kabupaten Klaten dengan luas wilayah 655,56 kilometer persegi itu terdiri dari 26 kecamatan, 391 desa, dan 10 kecamatan. Adapun kondisi demografi, sesuai data Bappeda Klaten, jumlah penduduk sebanyak 1.314.781 jiwa dengan laju pertumbuhan 0,46% per tahun. Sedangkan penduduk miskin pada 2018 tercatat 151.700 jiwa atau 12,96% dari 1.314.781 jiwa jumlah penduduk di Kabupaten Klaten.
Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Klaten, Sugeng Haryanto, saat dimintai konfirmasi mengatakan kondisi desa tertinggal dengan jumlah penduduk tinggi. Menurutnya di Kabupaten Klaten kini masih terdapat 43 desa yang masuk klasifikasi desa tertinggal dan enam desa yang sangat tertinggal.
"Klasifikasi desa tertinggal dan desa sangat tertinggal dengan jumlah penduduk tinggi tersebut, diperoleh dari Kementerian Keuangan. Adapun data desa tertinggal dan sangat tertinggal bersumber dari Kementerian Desa dan PDT. Sedangkan data jumlah penduduk miskin dari Kementerian Sosial," jelasnya, Senin (2/9).
Berdasarkan surat dari Kementerian Keuangan, sebanyak 43 desa tertinggal dan enam desa sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin tinggi di Klaten tersebar di 18 kecamatan. Sementara, delapan kecamatan lainnya meliputi 342 desa tidak masuk klasifikasi desa tertinggal.
baca juga: Lintas Suku Nusantara Ajak Warga Jaga Perdamaian di Papua
Dijelaskan, enam desa sangat tertinggal dengan jumlah penduduk tinggi di Kabupaten Klaten, yaitu Desa Tirtomarto (Kecamatan Cawas), Brajan (Bayat), Prawatan (Jogonalan), Mrisen (Juwiring), Tawangrejo (Bayat), dan Desa Cetan (Ceper). Sedangkan delapan kecamatan yang terbebas dari desa tertinggal dan desa sangat tertinggal, adalah Kecamatan Klaten Selatan, Klaten Utara, Klaten Tengah, Tulung, Kemalang, Kalikotes, Delanggu, dan Kecamatan Karanganom. (OL-3)
Pemilihan Kabupaten Tuban didasari oleh karakteristik wilayah pesisir utara Jawa yang memiliki ketergantungan tinggi pada sektor pertanian dan perikanan.
pemberdayaan desa melalui empat pilar pembangunan berkelanjutan, melibatkan generasi muda, komunitas lokal, dan program Desa Sejahtera
Antusiasme kepala daerah dalam pembentukan Posbankum sangat tinggi.
Pemkab Bekasi mengeklaim telah melakukan pengawasan ketat, mulai dari pengadaan bahan baku hingga proses pengolahan di dapur SPPG.
Penghargaan tertinggi ini diberikan kepada desa-desa yang sukses menyajikan pengalaman autentik sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di tingkat lokal.
Kapasitas pemerintah desa dalam mengelola anggaran masih jauh dari standar akuntabilitas yang dibutuhkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved