Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sempat reda karena guyuran hujan pada beberapa hari lalu, tetapi Minggu (1/8), api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau kembali membara. Karhutla diketahui meluas sekitar 10 hektare di Jalan Riau Ujung, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.
Sedangkan jumlah tersangka kasus Karhutla terus bertambah sebanyak 41 orang dengan jumlah laporan sebanyak 40 kasus pembakaran hutan dan lahan.
"Kondisi TKP yang telah terbakar cukup luas dan tersebar. Kondisi api yang telah menjalar ke dalam tanah cukup mempersulit proses pemadaman sehingga memerlukan waktu yang cukup lama," kata Komandan Manggala Agni Daops Pekanbaru, Edwin Putra, kepada Media Indonesia, Minggu.
Dijelaskannya, lokasi lahan yang terbakar merupakan jenis tanah gambut berkedalaman 1-3 meter. Adapun vegetasi yang terbakar ialah semak belukar dan pohon akasia liar. Karhutla pada lahan masyarakat di lokasi Jalan Riau Ujung tersebut diduga akibat unsur kesengajaan.
"Kebakaran pada bawah tanah atau ground fire. Tindakan pemadaman menggunakan 2 unit mesin pompa dan 4 jalur pemadaman," jelas Edwin.
Dia menambahkan, apabila masih belum padam pada hari ini maka tim Manggala Agni akan melanjutkan pemadaman besok hari.
Sementara itu, Wakil Komandan Satgas Siaga Darurat Karhutla Riau, Edwar Sanger, mengatakan, dari laporan satgas penegakan hukum (Gakkum) saat ini sudah ditetapkan 41 tersangka dengan jumlah laporan sebanyak 40 kasus.
Baca juga: Cilacap Kehilangan 7 Ribu Ton Gabah Padi akibat Kekeringan
"Satgas Gakkum telah menetapkan sebanyak 41 tersangka Karhutla Riau," tegas Edwar.
Dijelaskannya, dari jumlah laporan sebanyak 40 kasus itu terbagi sebanyak 1 kasus perusahaan PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) di Kabupaten Pelalawan ditangani langsung oleh Ditreskrimsus Polda Riau. Sisanya ditangani masing-masing Polres yakni Indragiri Hilir 1 kasus, Indragiri Hulu 3 kasus, Pelalawan 4 kasus, Rokan Hilir 4 kasus, Bengkalis 6 kasus, Siak 3 kasus, Dumai 8 kasus, Rokan Hulu 1 kasus, Meranti 2 kasus, Kampar 1 kasus, Kuantan Singingi 3 kasus, dan Pekanbaru 3 kasus.
Adapun sebanyak 41 tersangka yaitu sebanyak 25 orang ditahan di Rutan Polri yang terdiri atas di Ditreskrimsus sebanyak 1 orang, Indragiri Hulu 1 orang, Indragiri Hilir 1 orang, Pelalawan 4 orang, Rokan Hilir 1 orang, Bengkalis 3 orang, Siak 4 orang, Dumai 4 orang, Rokan Hulu 1 orang, Kuantan Singingi 3 orang, dan Pekanbaru 2 orang.
Diserahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) atau tahap II terdapat 16 tersangka yaitu Indragiri Hulu 2 orang, Rokan Hilir 3 orang, Bengkalis 3 orang, Dumai 4 orang, Meranti 2 orang, Kampar 1 orang, dan Pekanbaru 1 orang.
Sedangkan perkembangan penyidikan sebanyak 24 kasus, terdiri atas di Ditreskrimsus 1 kasus, Indragiri Hulu 1 kasus, Indragiri Hilir 1 kasus, Pelalawan 4 kasus, Rokan Hilir 1 kasus, Bengkalis 3 kasus, Siak 3 kasus, Dumai 4 kasus, Rokan Hulu 1 kasus, Kuantan Singingi 3 kasus, dan Pekanbaru 2 kasus.
Sementara untuk tahap I sebanyak 1 kasus di Indragiri Hulu, P21 sebanyak 2 kasus masing-masing Indragiri Hulu dan Pekanbaru. Selain itu, tahap II sebanyak 13 kasus yang terdiri dari Rokan Hilir 3 kasus, Bengkalis 3 kasus, Dumai 4 kasus, Meranti 2 kasus, dan Kampar 1 kasus.
"Sedangkan luas lahan yang terbakar dari 1 Januari sampai saat ini telah mencapai sekitar 5.989,68 hektare," jelasnya. (OL-1)
POLISI mengamankan sembilan orang terkait jual beli dan perusakan fasilitas satgas di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Rabu (21/1).
Kebijakan tersebut dirancang agar pertambangan rakyat benar-benar menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat dan tidak dikuasai pemodal besar.
BBKSDA Riau menurunkan tim ke lapangan menyusul laporan kemunculan harimau sumatra di area tambang minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP), Siak, Riau.
Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Sebanyak 6.000 penari berkumpul dalam keselarasan gerak yang memukau untuk membawakan Tari Zapin Masal di Pekanbaru, Riau.
SEORANG warga bernama Zulfikar mengaku bertemu harimau Sumatra di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved