Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan sejak sepekan terakhir telah menutup kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Kabupaten Banjar bagi pengunjung dan wisatawan menyusul kebakaran yang sudah beberapa kali terjadi di wilayah tersebut. Hingga kini BPBD Kalsel mencatat luas karhutla mencapai 1.650 hektar.
Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, Selasa (27/8), mengatakan penutupan kawasan wisata Tahura Sultan Adam karena sudah beberapa kali terjadi kebakaran sepanjang kemarau ini.
"Kita menduga kebakaran di kawasan tahura karena kelalaian para pengunjung seperti membuang puntung rokok. Beberapa titik api muncul di Tahura sehingga kita terpaksa menutup kawasan ini sementara waktu," tuturnya.
Sepanjang kemarau ini terjadi beberapa kali kebakaran di dalam kawasan Tahura diantaranya Desa Awang Bangkal Timur, Awang Bangkal Selatan dan Desa Kiram. Luas kebakaran di Tahura diperkirakan lebih dari 150 hektar. Tahura Sultan Adam sendiri memiliki luas 112 ribu hektar membentang di dua kabupaten yaitu Banjar dan Tanah Laut.
Saat ini kebakaran hutan dan lahan yang terus meluas di wilayah Kalsel menyebabkan Satgas Karhutla mulai kewalahan mengatasi titik api. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Sahruddin, mengatakan maraknya titik api yang muncul di sebagian besar wilayah Kalsel membuat Satgas Karhutla kebingungan dan kewalahan melakukan pemadaman.
"Setiap hari banyak titik api yang muncul petugas mulai kewalahan terutama dengan permintaan water boombing di daerah-daerah yang memang sulit dijangkau. Karena helikopter terbatas maka kita prioritaskan daerah terdekat dengan lokasi utama bandara Syamsuddin Noor, " ujarnya.
baca juga: Buku Sejarah Terpanjang Dipamerkan di Solo
Data Pusat Pengendalian dan Operasional BPBD Kalsel menyebut luas karhutla hingga kemarin mencapai 1.645 hektar dengan jumlah titik api sebanyak 116 titik api berdasarkan data hasil pemantauan satelit Aqua Teraa. (OL-3)
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ingatkan daerah siaga dini hadapi fenomena bencana tak merata, mulai dari banjir hingga karhutla jelang puncak kemarau 2026.
Karhutla terjadi akibat adanya oknum masyarakat yang sembarang melempar puntung rokok ke lahan kering yang mudah terbakar ataupun yang membuka lahan dengan cara membakar.
Keunggulan dari penggunaan sensor VIIRS dan MODIS adalah kemampuannya dalam memantau wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved