Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN hutan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) di Kabupaten Magelang diinformasikan terbakar pada Jumat (23/8) malam. Kepala Resort TNGM, Wiryawan, menjelaskan titik api pertama kali terlihat sekitar pukul 20.45 WIB.
Pihaknya pun langsung mengerahkan ratusan personel untuk memadamkan api secara manual di lokasi yang terbakar, tepatnya di blok Gentong, Desa Ngargosuko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Sebanyak 220 orang personel diturunkan untuk memadamkan api oleh personel gabungan dari petugas Taman Nasional Gunung Merapi, Koramil dan Polsek Srumbung, BPBD Kabupaten Magelang, PMH, Pokwis serta relawan.
"Beruntung berhasil dipadamkan, jelang siang tadi, sehingga tidak meluas. Meski pemadaman sempat dihentikan semalam dengan alasan keselamatan, karena kelengkapan manual," kata Wiryawan, Sabtu (24/8).
Baca juga: Kebakaran di Gunung Ciremai Padam, 343 Ha Lahan Edelweis Hangus
Meski demikian, luas hutan yang terbakar diketahui mencapai 1,5 hektare. Belum diketahui apa pemicu terjadinya kebakaran hutan di kawasan hutan gunung merapi itu.
"Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran lahan di lokasi berbeda dalam kawasan yang sama, ada beberapa personel yang standby di pos gabungan di Jurangjero sambil terus memantau," ungkap Wiryawan.(OL-5)
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Penyemaian dilakukan pada area target di perairan utara Jawa Tengah dengan jarak 52–82 nautical mile dari Bandara Ahmad Yani Semarang.
Cuaca ekstrem berpotensi merata di seluruh daerah di Jawa Tengah sehingga warga diminta untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.
Banjir bandang akibat hujan ekstrem di Purbalingga, Jawa Tengah, menewaskan satu warga, melukai satu lainnya, merusak ratusan rumah, dan memaksa ratusan orang mengungsi.
CUACA ekstrem masih terjadi puluhan daerah di Jawa Tengah Sabtu (24/1) mengakibatkan bencana hidrometeorologi.
Cuaca ekstrem kembali merata berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Jumat (23/1), selain masih ada air laut pasang (rob), gelombang tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved