Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Kalteng belum Tetapkan KLB ISPA

Surya Sriyanti
22/8/2019 14:07
Kalteng belum Tetapkan KLB ISPA
Ilustrasi(Antara )

WALAUPUN sudah ada peningkatan jumlah penderita Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda hampir dua bulan. Namun hingga sekarang Dinas Kesehatan Kalteng belum menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul beralasan belum ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB), karena peningkatan ISPA di Kalteng hanya sekitar 30% bukan 200%.

Menurut Suyuti, dinas kesehatan Kalteng mempunyai program sistem deteksi dini dan ternyata kenaikan ISPA di Kalteng  tidak signifikan hanya 30% dari 2.000 penderita per bulan

"Dan yang kami sayangkan tidak semua dokter praktek yang melaporkan penderita ISPA hanya yang rutin melaporkan adalah puskemas," jelas Suyuti, Kamis (22/8).

Walaupun masih belum banyak yang melaporkan, ia tetap akan menekan kenaikan ISPA dengan memberikan maskser ke seluruh puskesmas, rumah sakit dan sekolah dan masyarakat.

"Contohnya pada  Dinas kesehatan  Palangkaraya sudah ada 11 ruang oksigen yang berada di puskesmas, RS Kalampangan dan RSUD Doris Silvanus Palangka Raya," ungkapnya.

Untuk pasien yang akan menggunakan rumah oksigen harus didampingi tenaga medis.

baca juga: Kawasan Tahura Sultan Adam Terbakar

"Dan perlu edukasi ke masyarakat kalau tidak ada masalah dengan pernapasan tidak perlu menggunakan oksigen karena bisa keracunan." jelasnya.

Dari pantauan kondisi asap di Palangka Raya dua hari terakhir asap sudah mulai berkurang kwalitas udara pada level sedang. Kalaupun ada asap itu hanya terjadi pada pagi hari, dan siang hingga malam hari sudah menghilang. (OL-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya