Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Karhutla di Riau Ganggu Aktivitas Warga

Rudi Kurniawan
04/8/2019 18:10
Karhutla di Riau Ganggu Aktivitas Warga
etugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel berusaha memadamkan semak belukar yang terbakar(ANTARA FOTO/Bayu Pratama )

KEBAKARAN hutan dan lahan di Provinsi Riau, telah berdampak pada aktivitas warga. Minggu (4/8) pagi, acara senam pagi massal dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Riau dan Republik Indonesia, di halaman Kantor Gubernur Riau, bahkan terpaksa mendadak dibatalkan akibat kondisi kabut asap Karhutla.

Acara yang diwajibkan diikuti seluruh ASN dan Honorer Pemprov Riau itu kemudian berganti dengan pembagian masker.

"Semula dari undangan yang kami terima senam pagi yang dihadiri Gubernur Riau Syamsuar akan dilaksanakan tapi mendadak dibatalkan dan diganti dengan pembagian masker," kata Tirta, ASN Biro Keuangan Pemprov Riau di Pekanbaru, Minggu (4/8).

Namun tidak sedikit ASN dan peserta senam pagi massal yang terlanjur hadir lantaran tidak menerima kabar pembatalan acara tersebut. Untuk mengobati kekecewaan mereka yang terlanjur hadir, instruktur senam tetap melaksanakan senam dengan durasi singkat. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian masker oleh Dinas Kesehatan Riau yang juga turut dilakukan oleh Gubernur Riau Syamsuar.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, kabut asap Karhutla pada Minggu (4/8) masih cukup menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau. Akibatnya, aktivitas car free day yang biasanya ramai berubah menjadi lengang. Kabut asap yang telah berlangsung lebih dari sepekan terakhir menyebabkan langit menjadi putih tertutup kabut. Selain itu kualitas udara menurun menjadi tidak sehat karena terasa menyengat dan menyesakkan dada.

Saat berkunjung ke Riau, Jumat (2/8) lalu, Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead menyesalkan masih banyaknya pembakaran lahan yang dilakukan sejumlah kalangan di lahan gambut yang ada di Provinsi Riau. Diduga pembakaran tersebut dilakukan dengan sengaja.

Nazir mengungkapkan, berdasarkan laporan pihak Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) dan Gubernur Riau, upaya pencegahan pembakaran lahan untuk mencegah kabut asap di musim kemarau ini sudah cukup efektif. Hal ini terbukti dari desa-desa “langganan” kabakaran sudah relatif bersih dari titik api, karena upaya sosialisasi 1500 lebih personel selama sebulan terakhir. “Tapi api bermunculan di area yang selama ini jarang terbakar, dan memang tidak terkawal,” ungkapnya.

Plt Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Raffles B Panjaitan mengatakan kebakaran hutan dan lahan bisa dicegah dengan keterlibatan aktif masyarakat dan pemangku kepentingan sektor kehutanan lainnya. "Kita mengimbau janganlah lalai janganlah memicu api, seperti membuang puntung dan melakukan kegiatan-kegiatan yang memicu timbulnya api, contoh jika pergi ke gunung jangan buang rokok sembarangan atau lupa matikan api unggun, di musim kemarau seperti ini sekali saja lalai, maka jika terjadi kebakaran dalam satu hari bisa 150 hektare (ha) lahan terbakar," kata Raffles, seperti dikutip Antara, Sabtu (3/8). (A-2)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Adiyanto
Berita Lainnya