Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGERJAAN proyek pembangunan infrastruktur program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-105 Kodim 0712 Tegal di Desa Jatimulya, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terus dikebut. Program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah itu ditargetkan selesai pada 8 Agustus 2019.
Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi didampingi Dandim 0712 Tegal Letkol Inf Richard Arnold YS dan Camat Suradadi Tri Guntoro melakukan peninjauan kegiatan TMMD Reguler ke-105 yang dijalankan Kodim 0712 Tegal, di Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Pekerjaan TMMD Reguler ke-105 Kodim 0712 Tegal di Desa Jatimulya, Kabupaten Tegal, meliputi pengaspalan jalan sepanjang 1,1 kilometer dan lebar 2,5 meter dan makadam 2,3 kilometer dan lebar 3 meter.
Pangdam IV Diponegoro menyampaikan progres sementara fisik TMMD berupa pembangunan jalan terealisasi 70%. Pembangunan jalan ini dibutuhkan warga desa sebagai akses antar-perdukuhan dan pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
“Untuk sasaran fisik telah mencapai lebih dari 70%, sedangkan sasaran nonfisik sudah berjalan sesuai rencana,” ucap Pangdam di sela-sela peninjauan Program TMMD Reguler ke-105 Kodim 0712 Tegal di Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (25/7), diterima melalui rilis.
Baca juga: Danrem 074/Warastratama Tinjau TMMD di Klaten
Khusus untuk rehab RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), sudah diselesaikan 5 unit rumah bantuan dari CRI Bank BNI. Sedangkan bantuan dari Bank BRI sebanyak 10 unit akan segera dilakukan sambil menghimpun relawan lainnya serta partisipasi masyarakat.
Bantuan bisa berupa semen, batu, pasir dan sebagainya. Mengingat besaran biaya yang disiapkan untuk masing-masing rumah, terkadang tidak mencukupi untuk menjadikan sebuah rumah layak huni. Pasalnya, kondisi rumah yang akan direhab tidak lah sama.
“Semisal dengan biaya Rp10 juta saja sudah cukup karena hanya perlu merehab lantai dan dindingnya saja. Namun jika harus membangun mulai dari hingga atap, maka biaya tidak cukup, sehingga perlu bantuan dari masyarakat,” terangnya.
Ia berharap semua masyarakat terlibat membantu Satgas TMMD, sehingga ikut merasa memiliki hasil pembangunan dan akhirnya mereka pun akan merawatnya seperti milik sendiri.
"Semua ikut berpartisipasi sesuai situasi dan kondisi masing-masing. Yang masih kuat bisa ikut bekerja menata batu, sedangkan yang fisiknya kurang mampu bisa ikut menyediakan air minum atau membantu semen," tutur Pangdam Mochamad Effendi.
Tak lupa Pangdam berterima kasih atas antusias kaum ibu bahkan nenek-nenek yang ikut terlibat pembangunan sasaran fisik. Sikap kegotongroyongan dan kerja sama hendaknya terus dipelihara tidak hanya saat TMMD, tapi selamanya.(OL-5)
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Enam pelaut Indonesia telantar di Cabo Verde, Afrika Barat. Mereka terjebak dilema antara pulang tanpa upah setahun atau bertahan di kapal yang terbengkalai.
Menurut data BPBD Kabupaten Tegal sebanyak 150 rumah rusak, sejumlah bangunan pondok pesantren, sekolah dan jalan rusak parah akibat bencana tanah bergerak.
Haul Sewindu almarhum Ki Enthus Susmono yang digelar di Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Selasa (3/2/2026) malam.
Data Pemerintah Kabupaten Tegal menunjukkan timbulan sampah mencapai 670,38 ton per hari. Namun, sampah yang berhasil diolah baru sekitar 5,3 persen.
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved