Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kota Pekanbaru, Riau, terus meluas. Sejauh ini, kebakaran terbesar terjadi Jalan Walet Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki dengan luas areal terbakar mencapai sekitar 15 hektare (ha).
"Vegetasi yang terbakar adalah semak belukar dan akasia. Kondisi tekstur tanah gambut sehingga proses pemadaman cukup sulit yaitu kebakaran di bawah dan permukaan," jelas Komandan Manggala Agni Daops Pekanbaru, Edwin Putra, kepada Media Indonesia, Minggu (21/7).
Dijelaskannya, lokasi kebakaran merupakan lahan masyarakat yang diduga disebabkan unsur kesengajaan. Regu pemadam Manggala Agni telah bekerja keras memadamkan sejak api diketahui mulai membesar pada Kamis (18/7) lalu.
Tim melakukan pemadaman bersama masyarakat peduli api (MPA), TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru.
"Pemadaman dilakukan dengan 2 jalur pemadaman. Bahan bakar potensial sedangkan api menjalar di bawah gambut. Selain itu, angin cukup kencang sehingga api merambat cepat ke bahan bakar yang ada di sekitar lokasi," terang Edwin yang menjabat Koordinator Manggala Agni Provinsi Riau.
Sejauh ini, lanjutnya, regu pemadam juga menemukan firespot (titik api) baru di sebelah barat lokasi pemadam. Dikarenakan angin cukup kencang, api menjalar cepat menuju ke arah Sungai Sibam.
Baca juga: Sebagian Wilayah Jateng Diprediksi Alami Kekeringan Ekstrem
"Pemadaman akan dilanjutkan esok hari apabila api masih belum bisa dipadamkan," jelasnya.
Edwin mengungkapkan, sebelumnya kebakaran lahan di Karya Indah yang menghanguskan sedikitnya 4,5 hektare lahan gambut telah berhasil dipadamkan. Adapun lokasi kebakaran Jalan Walet juga berada persis di wilayah perbatasan Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.
Apabila terus meluas, ancaman terburuk akibat kebakaran di dekat Kota Pekanbaru ialah munculnya dampak kabut asap yang bisa berimbas terganggunya aktivitas masyarakat, bahkan penerbangan pesawat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
Dia menambahkan, berdasarkan data laporan satgas siaga darurat Karhutla Riau, luas Karhutla yang tersebar pada 12 kabupaten dan kota di Riau mencapai 3.546 hektare.
Tim Manggala Agni yang berjumlah sebanyak 225 personel tetap bersiaga dan siap turun ke lapangan untuk pemadaman. Tim pemadam di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) itu tersebar pada empat titik daerah operasi yaitu Pekanbaru, Siak, Dumai, dan Rengat. (OL-1)
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama aparat terkait dan masyarakat berhasil mengamankan seekor anak Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved