Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Narkotika Nasional (BNN) memastikan sedang menindaklanjuti dugaan salah tembak dalam operasi penangkapan sindikat narkoba di Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara, pada 2-3 Juli 2019.
Kepala Biro Humas dan Protokol BNN Brigjen Sulistiyo Pudjo mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk mengusut dugaan salah tembak tersebut.
"Kami sedang melakukan pendalaman, tim sudah turun dan saya juga sudah turun," ujarnya di kantor BNN Sumut di Deliserdang, Jumat (12/7).
Sebelumnya, saat ekspose kasus sindikat Tanjungbalai belum lama ini, Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengungkapkan, dalam satu dari lima giat operasi penangkapan, terjadi kejar-kejaran antara petugas dan sejumlah orang yang diduga terlibat.
Orang-orang tersebut menggunakan mobil sebuah mobil dan sempat kejar-kejaran dengan petugas.
Dalam kejadian ini, dua dari mereka ditembak petugas BNN, yakni M Yasin dan M Yusuf. Lalu keduanya dibawa ke dua rumah sakit yang berbeda. Yasin dibawa ke RS Haji Medan dan Yusuf ke RS Bhayangkara. Namun Yusuf kemudian dinyatakan tewas.
Sulistiyo melanjutkan, dari laporan yang diterima pimpinan BNN, mobil tersebut diidentifikasi berada di dua lokasi penangkapan. Pada pukul 18.00 WIB pukul 03.00 WIB.
Petugas BNN mengikuti orang-orang yang diduga kuat terlibat sindikat dan mobil tersebut berada di dua lokasi penangkapan. Mobil itu, kata Pudjo, sempat menabrak kendaraan petugas BNN.
Tim investigator dan dia juga sudah bertemu dengan pihak keluarga korban terduga salah tembak. Namun dia belum bersedia mengungkapkan hasil sementara investigasi.
Baca juga: Dugaan Salah Tembak BNN, Kontras Surati Komnas HAM
Dia juga tidak dapat memastikan berapa lama proses investigasi akan berlangsung. Namun dia kembali memastikan bahwa persoalan ini akan diselesaikan BNN karena sangat sensitif.
"Kasus ini menyangkut profesionalitas, akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap BNN," pungkasnya. (X-15)
"Vape adalah produk legal yang telah diatur dalam berbagai kebijakan. Yang harus diberantas adalah penyalahgunaannya, bukan serta-merta produknya."
BNN RI mewaspadai dampak konflik kartel narkoba di Meksiko yang mulai memengaruhi peta rantai pasok narkotika ke Indonesia.
Fokus BNN seharusnya diarahkan pada pelaku ilegal, bukan justru menuding semua pelaku industri legal yang sudah patuh pada aturan.
BNN memusnahkan barang bukti dari hasil pengungkapan lima kasus tindak pidana narkotika serta mengamankan 10 orang tersangkaPemusnahan barang bukti narkotika
BNN menegaskan komitmen memerangi narkotika secara komprehensif, baik melalui tindakan tegas maupun pencegahan.
Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa stabilitas keamanan negara sangat bergantung pada keberhasilan penanganan narkoba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved