Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK keluarga M Yasin, korban salah tembak petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam penangkapan sindikat narkoba Tanjungbalai, telah meminta Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Sumatra Utara untuk membantu mengadvokasi persoalan tersebut.
Pihak keluarga menuntut keadilan dan pemulihan nama baik atas tindakan penembakan tersebut.
"Kami sudah datang ke KontraS Sumut dua hari lalu mengadukan masalah ini," ujar Jamilah, juru bicara keluarga M Yasin, Jumat (12/7).
Dalam kedatangannya, pihak keluarga M Yasin telah menguraikan kronologi kejadian dan berbagai dokumen yang diperlukan Kontras untuk melakukan upaya advokasi.
Secara terpisah, Amin Multazam Lubis, Koordinator Badan Pekerja Kontras Sumut, menegaskan, pihaknya berkomitmen mendampingi kasus ini. Namun, pada tahap awal, mereka masih harus terlebih dahulu mengumpulkan keterangan dari para korban.
Baca juga: Menabung Hingga Usia 93 Tahun, Akhirnya Kadar bisa Naik Haji
"Nantinya kami juga akan menyurati Komnas HAM)l, memohon kepada mereka ikut menginvestigasi kasus ini," kata Amin.
Kontras Sumut meyakini pendampingan ini sangat diperlukan keluarga korban agar mendapat keadilan dan proses hukum bisa berjalan.
BNN sendiri telah memastikan sedang menindaklanjuti dugaan salah tembak dalam operasi penangkapan sindikat narkoba di Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Deliserdang, Sumut, pada 2-3 Juli 2019.
Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Brigjen Pol Sulistiyo Pudjo, mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk mengusut dugaan salah tembak tersebut.
"Kami sedang melakukan pendalaman, tim sudah turun dan saya juga sudah turun," ujarnya di Kantor BNNP Sumut di Deliserdang, Jumat. (OL-1)
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Pada Selasa (6/1), BNN bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Imigrasi berhasil membongkar jaringan internasional di Bandara Soekarno-Hatta.
BNN meminta masyarakat tidak ragu melaporkan indikasi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika usai penggerebekan lab narkotika di Ancol.
BNN masih memburu tiga orang, termasuk dua WNA China, terkait laboratorium narkotika liquid vape dan happy water di apartemen Ancol, Jakarta Utara.
Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek laboratorium narkotika liquid vape dan happy water di apartemen Ancol. Empat tersangka jaringan internasional ditangkap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved