Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana mengurangi jumlah SMK yang ada. Namun, di saat bersamaan, jumlah siswa SMK akan ditambah.
"Target kami jumlah SMK turun, tetapi jumlah siswa naik," terang Direktur Pembinaan SMK, Kemendikbud, Bakrun di Jogja Expo Center, Selasa (9/7) di sela-sela acara Lomba Kompetensi Siswa SMK tingkat nasional.
Ia menjelaskan, jumlah SMK saat ini sekitar 14 ribu. Dari jumlah tersebut, SMK yang kinerjanya dinilai tidak begitu baik dengan jumlah siswa yang tidak banyak akan dikurangi.
"Nantinya, jumlah SMK jadi 12 ribuan. Saat ini jumlah siswa SMK ada 5 juta siswa, sedangkan harapannya tahun depan jadi 6 juta siswa," jelas dia.
Ia menyebut, SMK yang jumlah siswanya kurang dari 60 masih banyak, sekitar 2.000. Padahal, Dengan jumlah siswa yang sedikit, sekolah tersebut malah akan kesulitan dalam pengelolaan.
Baca juga: Menkes Usul Lulusan SMK Dapat Pelatihan Caregiver
Bakrun menambahkan, saat ini SMK memiliki 146 kopetensi, dengan rincian 110 kompetensi untuk program 3 tahun dan 36 kompetensi untuk program 4 tahun.
Dari 146 tersebut, ada beberapa keahlian yang diutamakan karena melihat kebutuhan dunia industri dan usaha. Misalnya keahloan mekatronik elektronik, dan robotik.
Sementara itu, ada beberapa kompetensi yang dikurangi jumlah siswanya, misalnya, administrasi perkantoran dan akuntansi.
"Di dunia usaha dan industri kompetensi itu masih diperlukan, tetapi tidak banyak," jelas dia.
Pihaknya juga akan bekerja sama dengan pemerintah daerah agar membangun SMK sesuai potensi masing-masing daerah. Misalnya di Jawa Barat ada SMK Kopi, di Sulawesi Selatan ada SMK Kakao, dan di Riau ada SMK Sawit.
Selain itu, pihaknya juga menggandeng dunia usaha dan dunia industri. "Harapannya yang dipelajari di SMK sesuai dengan yagg dibutuhkan dunia usaha dan industri," pungkas dia. (A-4)
Saksi Sutanto ungkap peran dominan Jurist Tan dalam sidang korupsi pengadaan laptop Kemendikbudristek yang menyeret nama Nadiem Makarim.
Dalam persidangan, terlihat juga istri Nadiem, Franka Franklin, serta ibunda Nadiem, Atika Algadrie, yang sudah hadir dan menyambut Nadiem sejak masuk ke ruang sidang.
KEMAMPUAN membaca bukan bawaan lahir. Otak manusia tidak dirancang untuk itu. Itu ialah penemuan budaya yang baru
Penulisan sejarah pun perlu melakukan analisis dan ditulis dengan kritis dan pemikiran yang terbuka.
Suap dan gratifikasi di sektor pendidikan biasanya terjadi karena adanya orang tua murid memaksakan anaknya masuk sekolah tertentu.
Harli menegaskan Kejagung belum menentukan tersangka dalam kasus ini. Perkaranya masih menggunakan surat perintah penyidikan (sprindik) umum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved