Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

12 Titik Panas Membara, TNI AD Kirim Personel Atasi Karhutla Rau

Rudi Kurniawansyah
07/7/2019 22:28
12 Titik Panas Membara, TNI AD Kirim Personel Atasi Karhutla Rau
Pemadaman kebakaran lahan gambut di Riau(Antara/Rony Muharman)

TITIK panas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau terus meningkat. Terakhir, Minggu (7/7), terpantau sebanyak 12 titik panas yang tersebar pada sejumlah daerah atau meningkat dari sehari sebelumnya.

Kondisi kian meningkatnya titik panas Karhutla direspon pemerintah pusat dan panglima TNI dengan mengirimkan sedikitnya 1.000 personel TNI AD untuk membantu upaya pemadaman.

"Terpantau sebanyak 32 titik panas di Sumatera dengan jumlah terbanyak ditemukan di Riau yaitu 12 titik panas," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Sukisno, Minggu (7/7).

Dijelaskannya, berdasarkan pantauan terakhir satelit terra dan aqua, sebanyak 32 titik panas di Sumatera terbagi dengan jumlah paling besar berada di Riau yaitu 12 titik panas. Kemudian menyusul Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung dengan masing-masing sebanyak 5 titik panas.

Selanjutnya, Kepulauan Riau sebanyak 2 titik. Sedangkan Aceh, Sumatera Utara, dan Lampung masing-masing sebanyak 1 titik panas.

Baca juga : Cegah Karhutla, Budaya Bakar Lahan Perlu Dihilangkan

Adapun sebanyak 12 titik panas di Riau terdeteksi di Kabupaten Pelalawan sebanyak 8 titik, Rokan Hilir 3 titik, dan Indragiri Hulu sebanyak 1 titik panas.

"Dari jumlah 12 titik panas, sebanyak 8 titik diyakini merupakan titik api dengan level confidence di atas 70%," jelas Sukisno.

Kendati jumlah titik panas meningkat, lanjutnya, sebagian wilayah Riau justru diperkirakan akan diguyur hujan. Wilayah yang diprediksi akan diguyur hujan dari siang hingga malam hari yaitu Bengkalis, Kampar, Rokan Hulu, Dumai, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

Selain itu, suhu udara Riau saat ini berada di angka 23-33 derajat celcius dengan kelembapan udara 55-98%. Sedangkan arah angin diketahui berhembus ke arah tenggara menuju barat daya dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.

Sementara Wakil Komandan Satgas Siaga Darurat Riau Edwar Sanger mengatakan sebanyak 1.000 personel TNI akan dikirimkan ke Riau untuk mengantisipasi secara cepat penanganan Karhutla.

Seluruh kekuatan personel satgas darurat siaga Karhutla Riau dari berbagai unsur TNI, Polri, BPBD, BNPB, dan manggala agni tersebut juga terlebih dahulu akan menggelar apel siaga sebelum diturunkan ke lapangan.

"Sebanyak 1.000 personel TNI itu akan tiba besok untuk membantu pemadaman Karhutla tim satgas darat," jelas Edwar yang juga menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau.

Edwar menjelaskan, hingga kini satgas darat masih melaksanakan pemadaman di Jalan Keluarga Gg. Mban Ginen  RT09, Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.

Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 0.5 Hektare (Ha) dengan melibatkan personil sebanyak 3 TNI dan 5 Manggala Agni.

Selain itu, operasi pemadaman juga sedang dilakukan di Teluk Bano II, kebakaran di Kabupaten Rokan Hilir juga tersebar pada sejumlah lokasi lainnya. Seperti di Desa Apaian, Kepenghuluan Kota Parit, Kecamatan Simpang Kanan seluas 50 Ha. Kemudian kebakaran juga meluas di Desa Sei Gajah, Teluk Nilap, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rohil yang meluas menjadi 30 Ha dari sebelumnya 20 Ha.

Baca juga : Kebakaran Lahan di Aceh Meluas

Sejauh ini, lanjut Edwar, luas Karhutla di Riau telah menghanguskan sekitar 3.211,09 Ha lahan yang tersebar di 12 kabupaten dan kota.

Daerah yang terluas terbakar berada di Bengkalis yakni seluas 1.426,83 Ha. Disusul Rohil seluas 606,25 Ha, Siak 348,35 Ha, Dumai seluas 268,25 Ha, Meranti seluas 232,7 Ha, Indragiri Hilir seluas 118,6 Ha, Pelalawan 90 Ha, Indragiri Hulu seluas 71,5 Ha, Kampar 64,1 Ha, Pekanbaru 46,51 Ha, dan Rokan Hulu  (Rohul) seluas 2 Ha.

"Daerah yang paling banyak terbakar merupakan wilayah pesisir timur Riau," ujar Edwar.

Untuk membantu proses pemadaman, satgas siaga darurat Karhutla Riau turut diperkuat oleh tim satgas udara yang didukung kekuatan pemadaman dengan sebanyak 14 helikopter dan satu pesawat cassa untuk hujan buatan.

Setiap hari tim satgas udara bersama tim satgas darat melakukan koordinasi untuk secepat mungkin melakukan upaya pemadaman di lokasi yang terdeteksi titik aspi. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya