Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Tertunda 6 Tahun, Bendung Gerak Karangnongko Segera Dibangun

Akhmad Safuan
04/7/2019 11:52
Tertunda 6 Tahun, Bendung Gerak Karangnongko Segera Dibangun
Setelah enam tahun mati suri, bendung gerak Karangnongko akan dibangun pada 2020.(MI/Akhmad Safuan )

SETELAH enam tahun direncanakan, proyek nasional pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di Sungai Bengawan Solo yang berada di perbatasan Kabupaten Blora, Jawa Tengah dan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur  segera dilaksanakan.

Keterangan dihimpun Media Indonesia Kamis (4/7) kepastian pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di Sungai Bengawan Solo diketahui setelah tim dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo datang ke Blora untuk menggelar pertemuan dengan Bupati Blora Djoko Nugroho dan jajaran.

Bendung Gerak Karangnongko di Sungai Bengawan Solo menurut desain memiliki 9 pintu air, dan mampu mengairi sawah baik di Blora maupun Bojonegoro seluas 6.950 hektare. Rinciannya untuk kebutuhan irigasi lahan seluas 1.747 hektare di wilayah Kabupaten Blora dan seluas 5.203 hektare di wilayah Kabupaten Bojonegoro.Serta mampu menyediakan air baku hingga 2,15 juta meter kubik tersebut sudah mulai digagas pada 2013. Namun pembangunan baru akan dimulai pada 2020.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Charisal Akdian Manu mengatakan Bendung Karangnongko akan mulai dibangun pada 2020, dan akan diselesaikan pembangunannya dalam kurun waktu tiga tahun.

"Sebenarnya bendung gerak ini sudah digagas sejak 2013, namun tidak kunjung dikerjakan," jelas Charisal, Kamis (4/7).

Lokasi Bendung Gerak Karangnongko, lanjut Charisal Akdian Manu, dibangun di Sungai Bengawan Solo yang memisahkan Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan (Blora) dengan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo (Bojonegoro). Dengan volume tampungannya lebih besar yakni 4 kali lipat dari Bendung Gerak Bojonegoro di Kecamatan Trucuk. Bendung Gerak Karangnongko ini dibangun untuk pengendalian banjir dan pengelolaan sumber daya air Sungai Bengawan Solo yang sangat melimpah. Ketika musim hujan dimanfaatkan untuk pasokan air irigasi dan kebutuhan air baku.

"Bendung ini juga untuk memenuhi kebutuhan air baku PDAM Blora yang mampu menyediakan hingga 2,15 juta meter kubik," imbuhnya.

Di Kabupaten Blora, Bendung Gerak Karangnongko ini akan menimbulkan wilayah genangan di empat desa yaitu Ngrawoh, Nginggil, Nglebak dan Megeri. Bupati Blora Djoko Nugroho mengapresiasi upaya BBWS Bengawan Solo percepatan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang sempat mati suri sejak 2013. Hadirnya Bendung Gerak Karangnongko dapat bermanfaat cukup luas bagi warga seperti pengendali banjir, irigasi, penyedia air baku bahkan tempat wisata.

baca juga: Ratusan Rumah di Cianjur Rusak Akibat Bencana

"Saya minta agar Dinas PUPR dan beberapa lembaga terkait bisa membentuk tim khusus seperti yang ada pada proyek Randugunting," kata Bupati Djoko Nugroho.

Tidak jauh dari lokasi Bendung Gerak juga akan dibangun jembatan Bengawan Solo yang menghubungkan Desa Medalem (Kradenan) dengan Desa Luwihaji (Ngraho). Di masa mendatang diharapkan lokasi perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur akan semakin maju. (OL-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya