Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pusat Harus Segera Tangani Jebolnya Irigasi Cikondang

Benny Bastiandy
03/7/2019 10:36
Pusat Harus Segera Tangani Jebolnya Irigasi Cikondang
Warga bergotong royong membuat sodetan di Sungai Cikondang Cianjur, Rabu (3/7).(Mi/Benny Bastiandy )

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berkoordinasi dengan pemerintah  pusat dan provinsi membahas rencana perbaikan irigasi Cikondang, Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, yang jebol hampir lima bulan terakhir. Perbaikan mendesak dilakukan mengingat saluran irigasi tersebut sangat vital bagi pasokan air ke lahan persawahan di 9 desa. Apalagi dalam kondisi kemarau sekarang, perbaikan harus segera dilakukan.

"Kami sudah koordinasikan dengan pusat dan provinsi. Mudah-mudahan anggarannya bisa dialokasikan pada anggaran perubahan," terang Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, Rabu (3/7).

Irigasi Cikondang bisa mengairi lahan sawah seluas 1.007 hektare. Irigasi itu mengairi 9 desa di Kecamatan Cibeber.

"Aliran Sungai Cikondang itu kewenangannya ada di pusat dan provinsi. Jadi bukan dianggarkan dari APBD kabupaten," jelasnya.

Herman mengapresiasi warga setempat yang bergotong-royong mencari solusi agar debit air yang masih ada saat ini bisa mengairi lahan persawahan di wilayah tersebut. Sehingga, ancaman kekeringan yang bisa berdampak terhadap produksi padi bisa diminimalkan.

"Yang penting debit air bisa terus bertambah sehingga bisa mengairi lahan persawahan," tandasnya.

Camat Cibeber, Ali Akbar, mengatakan jebolnya tanggul irigasi Cikondang berdampak besar terhadap lahan persawahan di 9 desa. Pada Minggu (30/6), warga bergotong-royong membuat sodetan-sodetan agar air bisa mengalir normal ke lahan-lahan persawahan warga.

"Di Kecamatan Cibeber mayoritas mengandalkan irigasi teknis. Selama hampir 4 bulan terakhir, rusaknya tanggul irigasi Cikondang mengakibatkan pasokan air tak berjalan normal. Apalagi sekarang ditambah musim kemarau," terang Ali.

Warga menaruh harapan besar, adanya sodetan-sodetan di Sungai Cikondang setidaknya bisa memperlancar pasokan air yang saat ini masih bisa dimanfaatkan. Ali tak memungkiri, sebagian besar lahan persawahan di Kecamatan Cibeber sudah mulai mengering.

"Kalau dalam beberapa waktu ke depan tidak turun hujan, dipastikan tanaman padi berpotensi mengalami gagal panen," tandasnya.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Henny Iriani Winata, menyebutkan selain jebolnya saluran irigasi Cikondang, petani di wilayah itu saat ini dihadapkan pada potensi kekeringan lahan sawah sebagai dampak kemarau.

"Sebelum bendungan jebol, petani di Kecamatan Cibeber bisa dua kali tanam padi di lahan sekitar 2.518 hektare. Karena sekarang irigasi jebol ditambah kemarau, maka produksi sebanyak 13.369 ton gabah kering giling terancam bisa hilang," terang Henny.

Selama jebolnya irigasi, kata Henny, para petani hanya mengandalkan hujan untuk bercocok tanam. Namun sekarang mereka tak lagi bisa menanam padi lantaran lebih dari sebulan belum kunjung turun hujan.

baca juga: Kenang Korban Tsunami, Kapolda Sulteng Tabur Bunga di Laut

"Bisa jadi tanaman padi yang sudah ditanam petani terancam gagal panen karena sudah tak ada pasokan air," ungkap dia.

Pernah diupayakan menyedot air dari Sungai Cikondang menggunakan pompa air. Tapi upaya itu tidak maksimal.

"Untuk mengatasi kondisi sekarang, jalan satu-satunya harus memperbaiki bangunan bendungan irigasi yang jebol itu," tandas dia. (OL-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya