Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pemilik toko di kawasan Malioboro (Jalan Malioboro hingga Jalan Margo Mulyo) yang tergabung dalam Perkumpulan Pengusaha Malionoro Ahmad Yani) menolak rencana Pemerintah Kota Yogyakarta maupun Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadikan kawasan ini bebas kendaraan bermotor.
Ketua Umum PPMAY, Sadana Mulyono mengatakan para pemilik toko saat ini mengalami penurunan omzet yang sangat drastis karena kebijakan larangan parkir di Kawasan Malioboro- Margo Mulyo. Penurunan omzet akan terus berlanjut jika kemudian kawasan ini dijadikan kawasan bebas kendaraan bermotor.
"Memang ada kantong-kantong parkir. Namun itu tidak efektif karena jauh," kata Sadana Mulyono, Minggu (2/6).
Menurut Sadana dengan menjadikan kawasan Malioboro sebagai kawasan bebas kendaraan bermotor atau kawasan pedestrian, hal ini akan menurunkan jumlah wisatawan yang berkunjung. Secara tidak langsung, ini akan berdampak pada omzet mereka. Alasannya akses masuk kawasan Malioboro semakin sulit, menjadikan mereka yang ingin berwisata atau berbelanja ke Malioboro akhirnya memilih tempat lain.
Kondisi ini, lanjutnya, semakin dipersulit dengan keberadaan PKL di depan toko mereka. Ia menjelaskan, PKL kawasan Malioboro ini sebenarnya berada di atas tanah hak milik mereka. Namun, keberadaannya justru menutup akses masuk toko.
"Dulu Pemkot Yogyakarta saat Sudjono AJ menjadi walikota, toko Malioboro harus memundurkan pintu masuknya 3-4 meter dan halaman depan untuk pejalan kaki. Kami juga dijanjikan tidak ada PKL yang menempati lorong ini. Tapi kenyataannya kini PKL jumlahnya sangat banyak dan nyaris menutup pintu masuk toko," keluhnya.
Pada kesempatan sama, Ketua I PPMAY, Sodikin menambahkan toko di Malioboro saat ini hanya 200-an sedangkan jumlah PKL mencapai 1.284. Secara tegas ia menyatakan kebanyakan PKL ini bukan orang kecil. Banyak di antara mereka yang memiliki lebih dari satu unit mobil bahkan yang memiliki Fortuner juga ada.
Meski PKL ini menempati lahan hak milik para pemilik toko, namun sejauh ini tidak serupiah pun para PKL ini membayar sewa kepada pemilik toko. Para pemilik toko saat ini meminta pemerintah untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang meresahkan.
baca juga: Puncak Arus Mudik, Pantura Berlakukan One Way
Informasi terkait penetapan jadwal pasti kapan Malioboro akan menjadi kawasan pedestrian dan bebas dari kendaraan bermotor sangat diperlukan. Pihaknya menegaskan akan menolak rencana pemerintah untuk menerapkan kawasan pedestrian di Malioboro pada Juni 2019 ini. Para pemilik toko juga menegaskan, selama ini mereka tidak pernah diajak berbicara mengenai kebijakan terkait dengan Malioboro.
"Kami tidak pernah diajak bicara. Padahal kebijakan itu menyangkut kehidupan kami," pungkas Sodikin. (OL-3)
Bima Arya mendorong pematangan konsep Green Island Nusa Penida yang harus terintegrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar pembangunan berjalan terstruktur dan berkelanjutan.
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
Pelni Hadir pada Pameran Pariwisata Bangga Berwisata di Indonesia
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved