Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
GUDANG penyimpanan limbah dan barang bekas di Kampung Neglasari, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hangus terbakar saat pemilik dan warga sekitar melaksanakan sahur, Rabu (15/5).
"Penyebab kebakaran ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan kami masih melakukan assesment untuk mengetahui berapa kerugian akibat bencana ini," kata Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Rabu (15/5).
Informasi yang dihimpun, kebakaran gudang penyimpanan limbah di RT 04, RW 024 Kelurahan/Kecamatan Cibadak ini terjadi sekitar pukul 02.50 WIB. Namun baru diketahui warga sekitar pukul 03.00 WIB. Karena banyak barang yang mudah terbakar, api mudah membesar dan merembet ke seluruh penjuru bangunan yang memiliki luas sekitar 400 meter persegi tersebut.
Warga yang melihat kejadian tersebut langsung menghubungi pihak petugas Pemadam Kebakaran dan mencoba memadamkan dengan alat seadanya. Tidak lama dua unit mobil Damkar tiba di lokasi dan langsung memadamkan api yang semakin membesar agar tidak merembet ke permukiman warga lainnya. Api baru bisa dipadamkan sekitar dua jam kemudian atau pukul 05.00 WIB.
Baca juga: Rumah Habis Terbakar, Ujang Juga Kesulitan Cari Kontrakan
Akibat kejadian ini satu orang pegawai gudang limbah yang diketahui bernama Ujang Samsudin, 60, mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya dan sudah dievakuasi ke RSUD Sekarwangi di Kecamatan Cibadak untuk mendapatkan penanganan medis.
"Saya baru menerima laporan dari warga sekitar pukul 03.30 WIB bahwa gudang kebakaran, dan langsung bergegas menuju ke lokasi namun saat dilihat kondisinya sudah hangus terbakar," ungkap pekerja gudang Andri Wijaya, 35.
Hingga saat ini petugas dari Polsek Cibadak, BPBD Kabupaten Sukabumi masih berada di lokasi kejadian. Gudang limbah yang terbakar pun sudah dipasang garis polisi agar tidak ada warga yang bisa mendekat apalagi masuk.(OL-5)
PENDEKATAN pengelolaan limbah berbasis Product Life Cycle (PLC) kini menjadi strategi kunci bagi perusahaan untuk memastikan keberlanjutan lingkungan.
Indonesia menjadi fokus Blue Generation untuk menghadirkan solusi inovatif yang mendorong partisipasi aktif dalam mengurangi limbah.
Sistem ini bekerja menggunakan panas ekstrem hingga 2.000°C berbasis teknologi plasma, sehingga limbah tidak menghasilkan dioksin dan furan yang berbahaya.
Di banyak kawasan perairan, benda-benda berbahan logam yang tenggelam justru malah menjadi rumah bagi ikan dan organisme laut lainnya.
MCCI memperkuat komitmen terhadap praktik industri yang berkelanjutan ramah lingkungan. Hal itu tercermin melalui penerapan sistem pengelolaan limbah terpadu.
Pemkab Tangerang menutup dan menyegel sebanyak 81 lokasi lapak limbah tanpa izin/ilegal yang ada di wilayah Sindang Jaya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved