Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalimantan Selatan akan melanjutkan pembangunan sumur bor dan sekat kanal di sejumlah kawasan hidrologi gambut. Hal ini untuk mengatasi ancaman kebakaran lahan gambut di wilayah tersebut. TRGD pada tahun ini merencanakan membangun 150 sumur bor dan 40 sekat kanal.
Sekretaris TRGD Kalsel, Sayuti Enggok mengatakan pihaknya merencanakan pembangunan kembali sumur bor dan sekat kanal sebagai program lanjutan restorasi gambut tahun-tahun sebelumnya.
"Jumlah usulan sementara ada 150 sumur bor dan 40 sekat kanal akan kita bangun pada 2019," kata Sayuti, Selasa (14/5).
Diakuinya jumlah sumur bor dan sekat kanal yang dibangun lebih sedikit dari tahun sebelumnya karena keterbatasan anggaran. Pada 2018 jumlah sumur bor yang dibangun sebanyak 354 dan sekat kanal ditargetkan 202, meski realisasi sekat kanal terbangun kurang separuhnya.
"Tahun lalu anggaran kita Rp26 miliar dan tahun ini Rp8 miliar," ujarnya.
Adhi Maulana, Kepala Seksi Pemulihan Kualitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kalsel mengatakan pada 2019 ini direncanakan dibangun 150 sumur bor dan 40 sekat kanal di wilayah Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara dan Balangan. Wilayah ini merupakan kawasan hidrologi gambut.
Ssaat ini kegiatan pembasahan lahan gambut mulai dilakukan di sejumlah wilayah rawan terbakar. Kegiatan pembahasan melibatkan masyarakat setempat atau kelompok MAP. Badan Restorasi Gambut telah menyalurkan 35 pompa kepada masyarakat terkait kegiatan pembasahan lahan gambut ini.
baca juga : Restorasi Gambut Libatkan Warga
Luas lahan gambut di Kalsel diperkirakan seluas 103.556 hektar dan 38.762 hektar di antaranya merupakan target restorasi BRG melalui TRGD. Sementara restorasi gambut yang berada di areal konsesi perusahaan menjadi tanggungjawab pihak perusahaan. Seperti daerah lain di tanah air, Kalsel mulai memasuki musim kemarau meski hujan sesekali masih turun di wilayah ini. BPBD Kalsel telah menetapkan status siaga bencana karhutla. (OL-3)
Keberhasilan Indonesia mencapai target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 sangat bergantung pada percepatan restorasi gambut.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Data historis menunjukkan bahwa emisi gas rumah kaca (GRK) dari lahan gambut serta kebakaran hutan masih menjadi kontributor utama peningkatan emisi nasional.
Kolaborasi antara IPB University dengan Kyoto University bertujuan meningkatkan peran masyarakat sebagai ujung tombak dalam penuntasan masalah gambut yang masih berkelindan di tanah air,
Kubah gambut merupakan sumber air yang sangat penting bagi kesehatan tanah di sekitarnya, terutama saat musim kemarau.
Buruknya perlakuan terhadap ekosistem gambut pun menyebabkan kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ikut meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved