Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDULUR Kayu dan Mebel (Sekabel) Jokowi mengharapkan pemerintah hasil Pilpres 2019 bisa semakin memberikan harapan besar, bagi tumbuh dan berkembangnya sektor kayu Indonesia di pasar dunia. Relawan Jokowi ini akan menghidupkan kembali Dewan Kayu Indonesia atau Indonesia Timber Council (ITC), sebagai payung hukum yang mampu menyatukan kepentingan banyak asosiasi perkayuan yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.
"Kalau kita ingin menguasai pangsa kayu dunia, ya harus bersatu. Untuk itu kita perlu menghidupkan kembali Dewan Kayu Indonesia atau ITC yang pernah ada pada masa lalu, sebagai payung hukum. Lalu didukung pemerintah, kita akan berlari cepat merebut 10% pangsa kayu dunia. Saat ini ekspor kita baru kuasai 2% dari nilai total pasar dunia perkayuan yang mencapai US$ 10 triliun per tahun," papar Ketua Umum Sekabel Jokowi, Setyo Wisnu Broto kepada Media Indonesia di sela-sela syukuran atas kemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin versi hitungan cepat lembaga survei dalam Pilpres 2019, Minggu malam (21/4).
Wisnu didampingi Sekjen Sekabel Jokowi, Hari Basuki dan sejumlah pengurus lain menambahkan, momen Pilpres 2019 dirasakan mampu memberikan spirit dan menyatukan seluruh asosiasi perkayuan yang ada, sehingga diyakini memudahkan pembentukan ITC. Apalagi dana abadi ITC pada masa kepemimpinan Bob Hasan sangat besar, mencapai triliunan rupiah. Hal ini diharapkan,bisa memberikan harapn besar bagi tumbuh dan berkembangnya sektor perkayuan nasional dikancah dunia. (OL-3)
Tumpukan gelondongan kayu terlihat di permukiman Tabiang Bandang Gadang, Nanggalo, Padang, Sumatra Barat.
Kayu-kayu besar yang ditemukan pascabencana merupakan konsekuensi dari rusaknya lapisan-lapisan vegetasi akibat aktivitas manusia.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup atau KLH akan panggil perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap gelondongan kayu di Batang Toru awal pekan depan terkait banjir Sumatra
Menurut Prof Dodik, kayu-kayu besar dan kecil yang tampak berserakan di lokasi bencana tidak berasal dari satu penyebab tunggal.
Bareskrim Polri menyelidiki asal muasal material kayu gelondongan yang terbawa arus saat banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar).
Manajer Kehati menduga banyaknya kayu yang hanyut dalam jumlah besar saat banjir bandang di Sumatra amat mungkin terkait aktivitas pembalakan liar atau degradasi hutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved