Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HARIMAU Sumatra (panthera tigris sumatrae) dengan bobot 90 kilogram (Kg) berjenis kelamin jantan yang berhasil diselamatkan BBKSDA Riau dari perangkap jerat babi di Kabupaten Pelalawan, Riau, berangsur-angsur pulih.
Harimau yang diberi nama Inung Rio menjalani masa karantina perawatan di pusat rehabilitasi Harimau Sumatra Dhamasraya (PR-HSD) Sumatra Barat selama 14 hari guna mengobati luka di kaki kirinya yang terperangkap jerat dari besi baja tersebut.
"Inung Rio saat ini sudah berada di kandang perawatan untuk menjalani masa karantina selama 14 hari. Hari ini, Kamis (28/3), akan dilakukan rekam medik untuk memeriksa kesehatannya secara keseluruhan," kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono kepada Media Indonesia di Pekanbaru, Kamis (28/3).
Suharyono menjelaskan, Harimau Inung Rio terpantau sudah bisa minum sendiri di bak air minum dalam kandang perawatan.
"Dia (Harimau Inung Rio) sudah makan daging babi sebanyak 2 Kg. Kondisi sangat agresif dan aktif," jelas Suharyono.
Sejauh ini, lanjut Suharyono, pengobatan luka jerat terus dilakukan agar bisa sembuh dalam waktu yang singkat. Pemberian anti radang juga cukup berpengaruh signifikan dilihat dari berkurangnya bengkak. Adapun rekam medik yang dilakukan pada saat ini untuk memastikan kondisi kesehatan Inung Rio secara keseluruhan.
"Luka jerat juga sudah kami bersihkan dari lalat dan belatung. Semoga dapat segera sembuh," harapnya.
Baca juga: BBKSDA Riau Selamatkan Harimau Sumatra yang Terjerat
Sebelumnya sekitar empat hari lalu, BBKSDA Riau berhasil menyelamatkan Harimau Sumatra yang terperangkap jerat di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Kronologis penyelamatan Harimau Sumatra pada mulanya atas informasi dari staf PT Gemilang Cipta Nusantara (RAPP Grup) pada Jumat (22/3) sekitar pukul 15.00 WIB.
Staf perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) memberitahukan bahwa terdapat Harimau Sumatra yang terkena jerat di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, yang memerlukan waktu tempuh sekitar 11 jam untuk ke lokasi.
"Balai Besar KSDA Riau langsung menurunkan tim pendahuluan dan pengamanan lokasi untuk melakukan observasi lokasi Harimau Sumatra terjerat serta untuk melakukan koordinasi dengan aparat setempat dan ternyata tidak ada aksesibilitas darat dan air," jelas Suharyono.
Selanjutnya, pada Minggu (24/3) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, tim medis Balai Besar KSDA Riau bersama dengan tim dari Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dhamasraya (PR-HSD) memutuskan berangkat ke lokasi TKP dengan mempertimbangkan kondisi Harimau Sumatra yang dimungkinkan semakin menderita akibat terkena jerat.
"Selanjutnya sekitar pukul 10.50 WIB, Harimau Sumatra berjenis kelamin jantan dengan berat sekitar 90 Kg berhasil dilakukan pembiusan dan diangkat dengan menggunakan tandu," jelas Suharyono.
Kemudian pada pukul 12.00 WIB, Minggu (24/3), Harimau Sumatra sudah bisa dimasukkan ke dalam kandang transit dan dilakukan observasi lanjutan.
Tim medis melakukan pengobatan kaki harimau yang terkena jerat yang sudah menunjukkan infeksi dan dilanjutkan dengan penanganan hidrasi yang bertujuan menambah asupan air ke dalam tubuh untuk menghindari dehidrasi.
"Atas upaya ini, kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu penyelamatan satwa liar Harimau Sumatra yang dilindungi. Kami mengharapkan untuk ke depannya kesadaran masyarakat akan perlindungan satwa liar dilindungi dapat semakin meningkat," jelas Suharyono.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan pengaduan terkait tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi dapat melapor kepada Call Center Balai Besar KSDA Riau dengan Nomor 0813 7474 2981. (OL-3)
HARIMAU Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berusia remaja menuju dewasa dilaporkan muncul di sekitar pemukiman penduduk di RT.14/RW.14 Desa Benteng Hulu, Siak, Riau.
Seekor gajah jantan dewasa berusia sekitar 40 tahun ditemukan mati mengenaskan dengan kondisi kepala terpotong di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Pelalawan, Riau.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada pelaku pembunuhan gajah yang ditemukan mati dalam kondisi dimutilasi.
Gakkum Kehutanan memeriksa PT RAPP terkait kematian Gajah Sumatera di Riau. Investigasi fokus pada pemenuhan kewajiban perlindungan satwa di areal konsesi.
JARINGAN Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengecam keras atas pembantaian seekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di areal konsesi.
Gakkum Kehutanan mengejar dan membongkar jaringan yang diduga terlibat dalam pembunuhan Gajah Sumatera yang mati terpenggal di Riau.
BBKSDA Riau telah memasang dua unit kamera trap guna mengidentifikasi hewan liar.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengecek kondisi harimau yang sempat viral bahwa ada isu pakan harimau diambil oleh petugas di Ragunan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklarifikasi kabar beredar yang menyebut harimau Sumatera di Taman Margasatwa Ragunan yang viral di media sosial adalah miliknya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas kebutuhan pakan harimau peliharaannya yang saat ini dititipkan di Ragunan.
Pria yang akrab disapa Pram itu pun memastikan satwa tersebut tetap mendapatkan pakan yang cukup dan berada dalam pengawasan.
Jika harimau dan macan tutul muncul di kebun, jalan raya, bahkan hotel, itu pertanda mereka terpaksa keluar dari hutan untuk bertahan hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved