Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Pemilu 2019, NasDem Babel Siapkan 8.000 Saksi 

Rendy Ferdiansyah
27/3/2019 17:30
Pemilu 2019, NasDem Babel Siapkan 8.000 Saksi 
Ketua Dewan Pengurus Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Zuristyo Firmadata(MI/ROMMY PUJIANTO )

UNTUK mengantisipasi adanya kecurangan dalam pemungutan dan perhitungan surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada (17/4) mendatang. 

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Provinsi Bangka Belitung (Babel) menyiapkan 8.000 saksi.

Ketua DPW Nasdem Babel, Zuristyo Firmadata, mengatakan pada pemilu 17 April mendatang terdapat 3.786 TPS yang tersebar di seluruh kabupaten/Kota di Babel.

Nasdem menurutnya akan menyiapkan 8.000 saksi di mana setiap TPS akan ada 2 saksi.

"TPS kita ada 3.700 lebih, makanya kita siapkan 8.000 saksi, di mana 2 saksi di setiap TPS," kata Zurityo, Rabu (27/3).

Ia mengaku pada pemilu 2019 ini tugas saksi cukup berat ketimbang saat pilkada atau pemilu 2014 lalu. Pasalnya ada 5 surat suara yang akan diawasi sehingga saksi harus benar-benar disiplin dan jeli apalagi waktu selesai perhitungan bisa dini hari.

Untuk itu, seluruh saksi dari Partai NasDem dibekali dengan bimbingan teknis sehingga mereka sudah terlatih dan paham.

"Saksi untuk pemilu kali ini berat, bisa-bisa selesai perhitungan suara subuh, makanya saksi kita beri bimtek agar mengerti," ujarnya.

 

Baca juga: DPW Nasdem Papua Barat Siap Sambut Kampanye Jokowi ke Sorong

 

"Kita sudah minta kepada seluruh saksi untuk tidak pulang jika perhitungan belum selesai," ungkap dia.

Ia mengaku masalah bayaran untuk saksi memang ditanggung partai, namun tetapi tidak semuanya karena ada juga saksi yang dibayar oleh masing-masing caleg.

"Ya kita tanggung tapi tidak serta merta 8.000 semuanya, karena caleg pun harus membantu untuk membayar," terangnya.

Ia tak menapik jika pembayaran untuk saksi pada pemilu 2019 kemungkinan lebih besar ketimbang saksi saat pilkada ataupun pemilu 2014 lalu.

"Kalau berapa besaranya saya tidak tahu, tapi lebih dari pilkada dan Pemilu 2014 lalu," tutupnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya