Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Polda Sulsel Gagalkan Peredaran 8 Kg Sabu untuk Momen Pemilu

Lina Herlina
22/3/2019 20:50
Polda Sulsel Gagalkan Peredaran 8 Kg Sabu untuk Momen Pemilu
Jajaran Polda Sulsel menunjukkan barang bukti sabu.(MI/Lina Herlina)

JAJARAN Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan terus mengejar sindikat internasional peredaran narkotika jenis sabu di Sulawesi Selatan. Ada 8 kilogram yang diamankan sejak awal Maret ini. Kapolda Sulsel, Irjen Hamidin mengatakan sabu tersebut disita jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel.

"Tangkapan 8 kg sabu merupakan rangkaian awal dari pengungkapan yang dilakukan jajaran Polda Sulsel awal Maret ini. Sebelumnya, menangkap dua tersangka bersama 1 kg sabu di kawasan perbatasan Kabupaten Pinrang dan Kota Parepare," jelas Hamidin.

Tersangka untuk 1 kg sabu itu ialah AR, 37 dan HP, 35. Keduanya merupakan warga asal Sulsel, masing-masing dari Pinrang dan Sidrap. Mereka diketahui tinggal sementara di Malaysia dan tergabung dalam sindikat internasional peredaran narkotika yang ditugasi untuk memasok sabu ke Sulsel melalui jalur baru di Kota Palu.

"Beberapa hari berselang, 7 kg sabu lanjutan kembali diungkap. Satu orang tersangka berinisial H yang menjadi target lama petugas ditangkap bersama barang bukti di Kabupaten Sidrap. Saya pimpin langsung prosesnya. Jadi bersamaan dengan kunjungan kerja saya di Sidrap. Kemudian, kami melakukan operasi dan alhamdulillah kami menangkap ini," urai Hamidin.

Hamidin juga mengungkapkan, dalam penyidikan polisi mendapat informasi sabu tersebut akan diedarkan di sebagian besar wilayah di Sulsel bertepatan dengan momentum Pemilu 2019.

"Kasus narkoba kalau dikaitkan dengan pileg dan pilpres, ada. Kalau banyak orang yang menggunakan narkoba, pileg dan pilpres terganggu. Bagaimana orang mabuk mau memilih. Sehingga kejahatan apa pun sebetulnya kalau mau dikaitkan, ada kaitannya," ungkap Hamidin.

Penyidikan kasus tersebut terus dikembangkan segera ditingkatkan ke penyidikan. "Tapi tentu butuh waktu cukup lama mengingat sendikat tersebut berupaya masuk dengan jalur baru," lanjut Hamidin.

Sabu yang hendak diedarkan para pelaku sebelum tiba di Pinrang, masuk dari Malaysia, Nunukan, Tawau, kemudian ke Palu. Lalu, masuk ke Sulsel lewat jalan darat ke Pinrang. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya