Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menegaskan jika pariwisata Bali tidak perlu dikemas lagi menjadi pariwisata halal seperti yang diwacanakan oleh Cawapres 02 Sandiaga Solahudin Uno baru-baru ini.
Hal ini dikatakan Wapres usai membuka simposium International Reform Symposium and Regional Workkshop: "Public Administration Reform and National Development in Indonesia, Korea and Southeast Asia" di Nusa Dua Bali, Kamis (14/3).
Menurutnya, Bali itu pariwisata budaya dan bukan pariwisata syariah.
Ia menegaskan, pariwisata halal itu berasal dari destinasi di beberapa negara muslim dengan turis beragama muslim yang semakin meningkat akhir-akhir ini.
Untuk menggaet wisatawan muslim, maka dikemaslah destinasi wisata halal atau pariwisata halal.
"Di seluruh dunia, ada banyak turis dari negara Islam dari Timur Tengah. Lalu mereka mengemas jadi wisata halal. Mereka sudah naik pendapatannya, tetapi jumlahnya belum banyak," ujarnya.
Baca juga: Polemik Bali Jadi Wisata Syariah Terus Bergulir
Sementara Bali itu produknya pariwisata budaya. Di Bali, pariwisatanya berbasis budaya. Ia mengatakan, kemasan pariwisata budaya sebenarnya tidak banyak yang haram. Budaya itu tidak haram. Menurut JK, semuanya baik.
"Kalaupun haram, tidak banyak, hanya sedikit saja," ujarnya.
Jadi tidak perlu mengemas pariwisata Bali menjadi pariwisata halal.
Sebelumnya, wacana pariwisata halal di Bali dilontarkan oleh Cawapres Sandiaga Uno saat melakukan lawatannya ke beberapa titik di Bali.
Wacana itu kemudian menimbulkan kontroversi di kalangan pariwisata Bali dan masyarakat Bali pada umumnya. Bahkan, Gubernur Bali I Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati (Cok Ace) langsung mengeluarkan pernyataan pers untuk menjawab wacana pariwisata halal yang disampaikan oleh Sandiaga Uno.
Intinya, Bali tidak sepakat dengan wisata halal karena akan bertentangan dengan budaya Bali. (OL-3)
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub menyebut berbagai langkah strategis telah diterapkan secara kolaboratif untuk menangani kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk.
KANTOR Pencarian dan Pertolongan Denpasar bekerja sama dengan SGi Air Bali melaksanakan pemantauan udara terhadap aktivitas arus mudik Lebaran 2026.
GUBERNUR Bali, Wayan Koster, membenarkan bahwa sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dipanggil oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero memastikan kesiapan sistem kelistrikan di Bali menjelang dua momen besar keagamaan, yakni Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.
Prestasi ini sekaligus memperpanjang rekor kemenangan Bali yang tidak terputus sejak pertama kali penghargaan Readers' Choice Awards DestinAsian diselenggarakan.
Basarnas Bali gelar Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 selama 17 hari. 140 personel disiagakan di pelabuhan, bandara, dan objek wisata untuk antisipasi darurat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved