Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat gencar melaksanakan vaksinasi rabies. Hal itu menyusul terjadinya gigitan anjing dan kucing yang diduga memiliki penyakit rabies kepada puluhan warga.
Kepala Dispernakan Bandung Barat, Undang Husni Tamrin menyebutkan, dalam dua pekan ini terdapat 22 warga yang terkena gigitan anjing dan kucing. Mereka rata-rata berasal dari wilayah selatan seperti Kecamatan Rongga, Gununghalu, Sindangkerta, Cililin, dan Cipatat.
"Kami sudah turun ke lapangan untuk pemeriksaan, hasil sementara ini tidak ditemukan ada yang terkena penyakit rabies. Uji labolatorium di Balai Veteriner Subang juga menyatakan hasilnya negatif," katanya, Minggu (24/2).
Guna mencegah peredaran rabies, dia menuturkan, pihaknya rutin melakukan vaksinasi, sosialisasi, dan pengendalian lalu lintas hewan. Bahkan, Undang meyakini jika di wilayahnya tidak ada penyakit rabies pada hewan peliharaan atau hewan liar, baik pada anjing, kucing, maupun monyet.
"Mudah-mudahan kejadian ini tidak sampai terjadi korban rabies. Memang untuk tahu bahwa seseorang terkena rabies itu bisa sampai lama, sekitar enam bulan," tuturnya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dispernakan Bandung Barat, Wiwin Aprianti mengungkapkan, anjing atau kucing yang terkena rabies biasanya menggigit lebih dari dua orang. Namun, yang menggigit lebih dari dua orang juga belum bisa dipastikan rabies.
"Kalau sudah menggigit lebih dari dua orang, kami curiga anjing itu dikhawatirkan rabies. Itu suspect tinggi. Oleh sebab itu, kami lakukan uji labolatorium kepada anjing-anjing yang menggigit lebih dari dua orang. Hasilnya negatif, tapi ada anjing liar juga yang menggigit," bebernya.
Baca juga: Akibat Gigitan Anjing, 12 Warga Kolaka Utara Tertular Rabies
Guna mewaspadai penyakit rabies, Wiwin menyatakan, pihaknya telah melakukan darurat vaksinasi. Vaksinasi rabies yang biasa digelar pada Mei-September, tapi kali ini dimajukan menjadi bulan Februari. Ada sebanyak 4.000 dosis vaksinasi rabies yang disiapkan Dispernakan.
Diakuinya, jumlah hewan yang terdaftar di dinasnya mencapai lebih dari 4.000 hewan peliharaan. Selama vaksinasi, banyak pemilik hewan yang tidak mau hewannya divaksin atau sulit untuk ditangani.
"Tetapi kami harapkan dengan adanya kasus atau kejadian ini, antusiasme masyarakat untuk melakukan vaksinasi meningkat, sehingga hewan dan masyarakat di sekitarnya terlindungi," tuturnya.
Terkait jumlah anjing liar di Bandung Barat, Wiwin mengaku tak memiliki data pastinya, namun diperkirakan jumlahnya mencapai 1.000 ekor. Dispernakan pun telah menyiapkan obat bius untuk menangani anjing-anjing liar ini.
"Apabila ada pihak yang dapat membantu kami menangkapi anjing liar, kami lakukan kastrasi atau pemandulan agar populasinya terkendali," jelasnya. (OL-3)
Tim yang telah dibentuk sejak 11 November 2025 ini dijadwalkan bertugas hingga 13 Januari 2026
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
Langkah strategis ini bertujuan meminimalkan konflik agraria serta mencegah eskalasi bencana lingkungan di wilayah Jawa Barat.
Dedi menyatakan bahwa inventarisasi dan penetapan batas sempadan oleh Kementerian PU akan menjadi "senjata" bagi pemerintah daerah untuk melakukan penegakan hukum secara tegas.
Faris menyatakan pesimisme terhadap upaya islah yang telah dilakukan.
Tepung kemasan bermerek membuat produk disukai pembeli dari berbagai wilayah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved