Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA berkekuatan 5,2 Skala Richter yang terjadi pukul 06.41 WIB pada titik koordinat 7.07 LS, 105.75 BT, 79 km barat daya Kabupaten Lebak, Banten dengan kedalaman 21 km tidak berdampak kerusakan terhadap bangunan di Sukabumi, Jawa Barat.
"Pusat gempanya 79 kilometer barat daya Lebak. Pusat gempanya jauh, walau Lebak dekat dengan wilayah Kabupaten Sukabumi. Sebagian warga pun merasakan gempa itu, namun hingga kini kami belum mendapat informasi adanya kerusakan bangunan baik rumah maupun fasilitas umum lainnya," kata Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Kamis (14/2).
Namun demikian, pihaknya tetap menginstruksikan kepada relawannya untuk melakukan pendataan sekaligus monitoring khawatir ada warga yang terdampak atau menjadi korban bencana gempa tersebut.
Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah merilis bahwa gempa yang terjadi pada Kamis pagi tidak berpotensi tsunami sehingga warga diimbau agar tidak resah khususnya yang tinggal di wilayah pesisir.
Baca juga: Kronologi Guncangan Gempa 4,1 SR yang Kagetkan Warga Banjaran
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak percaya informasi yang belum tentu kebenarannya atau hoaks terkait gempa susulan yang kekuatannya lebih besar.
Sebab selama ini belum ada alat yang bisa mendeteksi kapan akan terjadinya gempa.
"Kami masih pantau perkembangannya, tetapi bisa dipastikan tidak ada kerusakan akibat gempa ini karena hingga kini belum ada laporan yang masuk terkait kerusakan," tambahnya.
Sementara, salah seorang warga Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi Lia Wanti mengatakan gempa tersebut terjadi saat dirinya sedang menyiapkan sarapan untuk anaknya yang akan berangkat ke sekolah.
Tiba-tiba gempa terjadi dan secara spontan ia meraih anaknya yang baru bersekolah di SD keluar rumah.
"Getarannya tidak lama, namun tetap saja saya kaget karena sekarang banyak berita bencana sehingga kami pun bisa dikatakan trauma tapi tetap waspada," katanya. (OL-3)
Tim yang telah dibentuk sejak 11 November 2025 ini dijadwalkan bertugas hingga 13 Januari 2026
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
Langkah strategis ini bertujuan meminimalkan konflik agraria serta mencegah eskalasi bencana lingkungan di wilayah Jawa Barat.
Dedi menyatakan bahwa inventarisasi dan penetapan batas sempadan oleh Kementerian PU akan menjadi "senjata" bagi pemerintah daerah untuk melakukan penegakan hukum secara tegas.
Faris menyatakan pesimisme terhadap upaya islah yang telah dilakukan.
Tepung kemasan bermerek membuat produk disukai pembeli dari berbagai wilayah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved